Bursa Saham AS Merekah

    Angga Bratadharma - 22 Oktober 2019 07:01 WIB
    Bursa Saham AS Merekah
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan dapat terjadi karena optimisme di sekitar pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang akhirnya bisa mengangkat sentimen investor.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 22 Oktober 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik 57,44 poin atau 0,21 persen menjadi 26.827,64. Sedangkan S&P 500 naik 20,52 poin atau 0,69 persen menjadi 3.006,72. Sementara indeks Komposit Nasdaq naik 73,44 poin atau 0,91 persen menjadi 8.162,99.

    Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He pada akhir pekan mengatakan Tiongkok dan Amerika Serikat telah mencapai kemajuan substansial dalam konsultasi ekonomi dan perdagangan terbaru. Kondisi itu membangun fondasi kuat untuk menandatangani perjanjian secara bertahap.

    Dia mengatakan mencegah perang perdagangan sangat bermanfaat bagi Tiongkok, Amerika Serikat, dan dunia pada umumnya, yang merupakan harapan bersama dari produsen dan konsumen. Pasalnya, perang dagang yang sedang terjadi telah memberikan efek buruk bagi perekonomian dunia.

    "Kedua pihak harus secara tepat menyuarakan keprihatinan utama satu sama lain berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati, menciptakan lingkungan yang menguntungkan, dan mencapai tujuan bersama," kata Liu.

    Sementara itu, terkait rilis kinerja keuangan, pendapatan kuartal ketiga diperkirakan akan turun 3,1 persen dari periode yang sama tahun lalu, menurut data terbaru dari Refinitiv. Dari 73 perusahaan di S&P 500 yang telah melaporkan laba hingga saat ini, sebanyak 83,6 persen telah melaporkan laba di atas ekspektasi analis.

    Di sisi lain, produksi pabrik Amerika Serikat merosot 0,5 persen pada September 2019. Penurunan itu terjadi karena adanya pemogokan kerja di General Motors yang menyebabkan penurunan tajam dalam produksi mobil di tengah perjuangan dari para produsen.
     
    Federal Reserve mengatakan produksi manufaktur telah turun 0,9 persen selama 12 bulan terakhir. Sebuah cerminan dari adanya gangguan dan ketidakpastian yang disebabkan oleh perang perdagangan antara AS-Tiongkok. Perang dagang itu tentu harus segera dihentikan.
     
    Pemogokan GM menyebabkan penurunan 4,2 persen pada bulan lalu dalam pembuatan mobil. Tidak termasuk mobil, produksi pabrik tergelincir 0,1 persen lebih pada September. Total produksi industri, yang meliputi pertambangan dan utilitas serta manufaktur, tergelincir 0,4 persen pada bulan September.

    Produksi pertambangan turun 1,3 persen pada bulan lalu karena lebih sedikit minyak mentah yang diekstraksi dan lebih sedikit sumur yang dibor. Produksi di utilitas meningkat 1,4 persen karena cuaca hangat mendorong permintaan listrik.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id