The Fed Dinilai Perlu Agresifkan Kebijakan

    Angga Bratadharma - 07 September 2019 17:06 WIB
    The Fed Dinilai Perlu Agresifkan Kebijakan
    The Fed. AFP PHOTO/Brendan Smialowski
    New York: Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan the Fed harus memotong suku bunga acuan setengah persen pada pertemuan berikutnya. Hal itu untuk melampaui ekspektasi pasar keuangan terkait penurunan suku bunga termasuk perang dagang yang menjadi perhitungan lebih luas tentang bagaimana ekonomi dunia saat ini terorganisir.

    "Investor global telah mengirim imbal hasil obligasi anjlok dalam beberapa pekan terakhir ke rekor terendah. Kondisi itu membuat suku bunga kebijakan semalam the Fed tampaknya di luar batas," kata Bullard, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 7 September 2019.

    Dari sisi data ekonomi menunjukkan sektor manufaktur Amerika Serikat mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Hal tersebut di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan Tiongkok serta AS saling menaikkan tarif satu sama lain.

    Bullard merasa situasi itu merupakan 'kejutan global' yang menjamin langkah 'agresif' bagi the Fed pada pertemuannya dalam dua minggu. Sedangkan pada Juli, the Fed telah memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan yang merupakan penurunan suku bunga pertama sejak 2008.

    "Kami terlalu tinggi (menetapkan tingkat suku bunga acuan)," kata Bullard tentang suku bunga acuan the Fed, seraya mencatat kisaran suku bunga acuan saat ini antara 2-2,25 persen atau lebih tinggi daripada imbal hasil surat utang Pemerintah AS.

    Bank sentral AS sering mengungkapkan mereka tidak bisa membiarkan pasar keuangan mendikte kebijakan. Meski demikian, Bullar mengaku, the Fed akan tetap menghormati sejumlah sinyal yang datang dari pasar keuangan. Artinya, penyesuaian suku bunga acuan juga akan melihat kondisi di lapangan.

    "Dalam situasi ini saya akan menghormati sinyal pasar. Kita harus memiliki debat yang kuat tentang memindahkan 50 basis poin pada pertemuan ini. Akan lebih baik dalam pikiran saya untuk terus maju dan mendapatkan penataan kembali sekarang daripada hanya bergerak seperempat poin pada September dan lagi pada Oktober," kata Bullard.

    Komentar Bullard adalah yang paling blak-blakan sampai saat ini dibandingkan dengan para pejabat the Fed lainnya terkait dukungan penurunan suku bunga acuan lebih lanjut. Bullard mendukung pemangkasan karena didukung gelombang ketidakpastian yang diakibatkan oleh perang dagang, dan data inflasi AS yang lemah.

    "Ini adalah proses penguraian liberalisasi perdagangan yang telah berlangsung sejak Perang Dunia Kedua dan bisa memakan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Singkatnya, politisi pada umumnya tidak menginginkan perdagangan bebas. Dalam kasus Amerika Serikat dan Tiongkok mungkin melihat keuntungan politik tersendiri," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id