Fed Diyakini Lanjutkan Pemangkasan Suku Bunga AS

    Angga Bratadharma - 02 November 2019 12:01 WIB
    Fed Diyakini Lanjutkan Pemangkasan Suku Bunga AS
    Gedung The Fed. FOTO: AFP
    Washington: Ekonom sekaligus Wakil Presiden Eksekutif PIMCO Tiffany Wilding menilai the Fed memiliki banyak peluang untuk menurunkan suku bunga acuan dalam beberapa kuartal mendatang. Pasalnya, terdapat beberapa indikator ekonomi AS bakal melanjutkan pelemahan di kemudian hari yang memicu pergerakan dari bank sentral AS.

    The Fed sebelumnya memutuskan menurunkan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya di tahun ini setelah melakukan pertemuan kebijakan dua hari. Akan tetapi, the Fed mengisyaratkan bahwa mereka akan berhenti sejenak untuk menilai ekonomi AS sebelum bertindak kembali.

    Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kepada wartawan di konferensi pers usai pertemuannya bahwa sikap kebijakan moneter saat ini kemungkinan akan tetap sesuai. Dia menekankan bahwa suku bunga sekarang akan bertahan selama prospek tetap luas sesuai dengan harapan the Fed.

    Tetapi Tiffany Wilding percaya bahwa data ekonomi selama beberapa kuartal mendatang kemungkinan membenarkan pemotongan suku bunga tambahan oleh the Fed. Apalagi sejauh ini, indikator penting perekonomian AS menunjukkan hal yang suram seperti pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah di kuartal ketiga tahun ini.

    "Secara keseluruhan, kami percaya adanya pemotongan lebih lanjut dan jauh lebih rendah daripada adanya kenaikan," kata Wilding, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 2 November 2019.

    "Ini mungkin bukan tingkatan yang sangat tinggi bagi the Fed untuk menurunkan peringkat prospek mereka, karena perkiraan pertumbuhan inflasi dua persen pada 2020 saat ini di atas konsensus (1,7 persen) dan perkiraan PIMCO (kisaran 1,25 persen-1,75 persen)," tambahnya.

    Wilding mencatat pertumbuhan perdagangan global dan produksi industri belum jelas mencapai titik terendah, yang menunjukkan bahwa investasi AS dan pertumbuhan ekspor akan agak melemah lebih jauh. Kondisi semacam ini yang patut diwaspadai karena berimbas terhadap penilaian the Fed terkait arah suku bunga acuan.

    "Pertumbuhan konsumsi riil masih cenderung melambat pada kuartal mendatang karena laba perusahaan yang lebih rendah membebani momentum pasar tenaga kerja, pendapatan agregat, dan konsumsi riil," katanya, seraya menambahkan inflasi AS juga tetap di bawah target jangka panjang the Fed sebesar dua persen.

    Lebih lanjut, PIMCO yang merupakan perusahaan manajemen investasi global memperkirakan adanya risiko lebih tinggi dari penurunan suku bunga acuan selama beberapa kuartal berikutnya. Pasalnya, beberapa pelemahan lebih lanjut dalam data ekonomi AS dapat menyebabkan pejabat the Fed menurunkan prospek mereka.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id