Bank Sentral Eropa Pertahankan Suku Bunga Acuan

    Antara - 26 Juli 2019 11:05 WIB
    Bank Sentral Eropa Pertahankan Suku Bunga Acuan
    Presiden European Central Bank Mario Draghi (DANIEL ROLAND/AFP)
    Frankfurt: Bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga utama untuk kawasan euro. Akan tetapi merevisi panduan kebijakan moneter ke depan dengan membuka kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter.

    Bank sentral mengatakan dalam pernyataan keputusan kebijakan terbarunya bahwa mereka memperkirakan suku bunga utama tetap pada level mereka saat ini atau lebih rendah setidaknya sampai paruh pertama 2020, sedikit perubahan dari pernyataan 6 Juni yang menggunakan kata-kata hanya 'di level mereka saat ini'.

    Mengutip Antara, Jumat, 26 Juli 2019, ECB menggarisbawahi perlunya sikap yang sangat akomodatif dari kebijakan moneter untuk jangka panjang sejak tingkat inflasi, baik yang realisasi maupun yang diproyeksikan, bertahan di bawah level yang ditargetkan.

    Pihaknya bertekad untuk bertindak jika prospek inflasi jangka menengah tetap di bawah target dan akan siap untuk menyesuaikan semua instrumen ekonominya, untuk memastikan bahwa inflasi bergerak ke arah tujuannya secara berkelanjutan.

    ECB juga mengatakan telah menugasi Komite Eurosystem yang relevan dengan memeriksa langkah-langkah mitigasi seperti desain sistem berjenjang untuk remunerasi cadangan, dan opsi untuk ukuran dan komposisi potensi pembelian aset bersih baru, yang sebagian besar sejalan dengan harapan pasar.

    Suku bunga dasar zona euro akan tetap di 0,00 persen, dengan suku bunga pinjaman marjinal dan suku bunga deposito tetap masing-masing di 0,25 persen dan minus 0,40 persen, menurut bank sentral. Inflasi di kawasan euro sangat rendah. Tingkat inflasi tahunan 1,3 persen pada Juni, naik dari 1,2 persen pada Mei, masih jauh dari target ECB di bawah 2,0 persen.

    "Kami tidak menyukai apa yang kami lihat," kata Presiden ECB Mario Draghi dalam konferensi pers, seraya menegaskan bahwa ECB bertekad untuk bertindak.

    Draghi mengatakan perdagangan internasional yang lemah dan ketidakpastian global membebani prospek ekonomi zona euro, termasuk kemungkinan pemberlakuan Brexit. Rebound yang diantisipasi sebelumnya pada paruh kedua tahun ini menjadi kurang mungkin, tetapi risiko untuk resesi juga cukup rendah, mengutip tanda-tanda ketahanan di pasar tenaga kerja.

    Ia menggambarkan manufaktur yang lemah di Jerman dan Italia sebagai akibat dari guncangan istimewa. Ia percaya kebijakan fiskal akan sangat penting jika situasinya semakin buruk, mengingat fakta banyak yang telah dilakukan dalam kebijakan moneter.

    "Dukungan dari kebijakan fiskal akan memungkinkan kebijakan moneter untuk melakukan apa yang dilakukannya dengan efek samping yang lebih sedikit dan lebih cepat," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id