Membaiknya Perekonomian Global Bisa Bikin Rupiah Terpuruk

    Desi Angriani - 24 Desember 2019 17:00 WIB
    Membaiknya Perekonomian Global Bisa Bikin Rupiah Terpuruk
    Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
    Jakarta: Perekonomian dunia diperkirakan membaik setelah tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok berakhir. Hal ini menyusul pemakzulan Presiden AS Donald Trump atas penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi upaya penyelidikan kongres.

    Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan membaiknya perekonomian global berdampak positif pada kinerja ekspor Indonesia. Namun, sektor keuangan dan nilai tukar rupiah bakal terpuruk karena perubahan arah kebijakan bank sentral AS atau The Fed dari dovish menjadi hawkish.

    "Harga komoditas membaik, kinerja ekspor membaik. Di sisi lain sektor keuangan, nilai tukar kita akan tertekan lagi karena arah kebijakan bank sentral AS bisa berbalik ke hawkish," ujarnya saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Selasa, 24 Desember 2019.

    Piter menjelaskan semula arah kebijakan The Fed begitu hawkish lantaran membaiknya perekonomian AS. Sejak munculnya tren perlambatan ekonomi global dan meningkatnya tensi perang dagang, The Fed pun merubah haluan menjadi dovish.

    Hal ini membuat nilai tukar rupiah kembali menguat dan Bank Indonesia turut mengambil sikap serupa dengan menurunkan suku bunga sebanyak empat kali atau 100 bps tahun ini. Bila kebijakan The Fed kembali hawkish, suku bunga acuan AS pun dipastikan naik dan akan mengganggu stabilitas nilai tukar.

    "Nanti dampaknya kalau hawkish lagi dia naikkan suku bunga dampaknya ke nilai tukar rupiahnya," tuturnya.

    Meski pemakzulan Trump memberikan angin segar, kata Piter, justru menambah ketidakpastian. Sebab, mayoritas tingkat senat dikuasai oleh Partai Republik yang akan membuat Trump sulit digulingkan. Bahkan, Trump diprediksi memenangkan pemilu presiden AS 2020 atau batal digulingkan.

    "Jadi diduga kita perkirakan Trump tidak akan digulingkan atau tergulingkan. Dia akan bertahan bahkan besar kemungkinan Trump akan terpilih kembali pada pemilu akan datang," pungkas dia.

    Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi dimakzulkan. Trump menghadapi tuduhan menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi upaya penyelidikan kongres terkait skandal Ukraina.

    Senat akan mengadakan persidangan untuk menentukan apakah Trump bersalah atas dua pasal pemakzulan tersebut. Pada akhirnya, terserah kepada Senat untuk memutuskan apakah akan mengeluarkan Trump dari Gedung Putih. Persidangan Senat ini diusulkan pada Januari 2020.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id