Yuan Tiongkok Dilibas Dolar AS

    29 Mei 2019 12:00 WIB
    Yuan Tiongkok Dilibas Dolar AS
    Ilustrasi (AFP Photo/Frederic J Brown)
    Beijing: Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok mengungkapkan kurs tengah nilai tukar mata uang Tiongkok, renminbi atau yuan, melemah sebanyak 15 basis poin menjadi 6,8988 terhadap dolar AS. Sejauh ini, perang dagang yang terjadi masih memberikan efek negatif terhadap Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

    Mengutip Antara, Rabu, 29 Mei 2019, di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan. Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

    Kurs USD sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena para pelaku pasar mempertimbangkan sejumlah data ekonomi utama.

    Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,19 persen menjadi 97,9499 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1165 dari USD1,1190 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2655 dari USD1,2679 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia naik ke USD0,6922 dibandingkan dengan USD0,6915. Dolar AS dibeli 109,47 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 109,53 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0079 franc Swiss dibandingkan dengan 1,0039 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3490 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3444 dolar Kanada.

    Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 237,92 poin atau 0,93 persen, menjadi ditutup di 25.347,77 poin. Indeks S&P 500 melemah 23,67 poin atau 0,84 persen, menjadi berakhir di 2.802,39 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 29,66 poin atau 0,39 persen, menjadi ditutup di 7.607,35 poin.

    Perusahaan-perusahaan AS yang dipandang sebagai penentu arah perdagangan menderita kerugian besar pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), di tengah melemahnya sentimen investor. Di antara yang berkinerja terburuk, saham Micron Technology jatuh lebih dari 3,1 persen.

    Saham Beyond Meat naik hampir 8,0 persen, setelah produsen pengganti daging nabati AS itu mengumumkan kesepakatan untuk mulai membuat produknya di pabrik produksi pertamanya di Eropa tahun depan.

    "Tanggapan konsumen di Eropa sangat positif, dan kami berharap dapat melayani pelanggan lebih baik dengan produk-produk yang diproduksi secara lokal," kata Kepala Eksekutif Beyond Meat Seth Goldman.

    Saham Southwest Airlines kehilangan 2,2 persen, setelah bank investasi independen Evercore menurunkan peringkat saham perusahaan menjadi in-line dari outperform, menyusul larangan terbang jet Boeing 737 MAX. Sebanyak 10 dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih rendah jelang bel penutupan, dengan sektor bahan pokok konsumen turun sekitar 1,8 persen.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id