Harga Minyak Dunia Menyusut - Medcom

    Harga Minyak Dunia Menyusut

    Angga Bratadharma - 19 Oktober 2019 09:12 WIB
    Harga Minyak Dunia Menyusut
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Julien MIVIELLE
    New York: Harga minyak dunia menyusut pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Pelemahan terjadi karena pelaku pasar tetap khawatir tentang melemahnya permintaan. Di sisi lain, perang dagang yang sedang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok masih memberikan beban terhadap pergerakan harga.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 19 Oktober 2019, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun USD0,15 menjadi di USD53,78 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun USD0,49 menjadi ditutup di USD59,42 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Sedangkan data ekonomi yang lebih lemah dari beberapa ekonomi utama dunia memperbaharui kekhawatiran investor bahwa pertumbuhan global yang lebih lambat akan mengurangi permintaan minyak mentah dan selanjutnya menekan harga minyak. Selain itu, investor khawatir ketidakpastian perdagangan antara AS dan mitra dagang utamanya menambah tekanan.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih rendah pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi karena Wall Street mencerna sejumlah hasil kinerja keuangan perusahaan dan berita perusahaan yang beragam di minggu pertama musim pendapatan kuartal ketiga.
     
    Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 255,68 poin atau 0,95 persen menjadi 26.770,20. Sedangkan S&P 500 turun 11,75 poin atau 0,39 persen menjadi 2.986,20. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun 67,31 poin, atau 0,83 persen, menjadi 8.089,54.
     
    Sebanyak enam dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih rendah di sekitar bel penutupan, dengan sektor industri turun 0,72 persen. Saham Johnson & Johnson turun 6,22 persen, membebani saham unggulan di Dow Jones Industrial Average, di tengah berita bahwa perusahaan telah menarik bedak bayi.

    Perusahaan mengatakan telah bekerja sama dengan Food and Drug Administration dalam penyelidikan yang relevan. Sedangkan saham Coca-Cola naik 1,84 persen, setelah raksasa minuman melaporkan pendapatan yang lebih kuat dari yang diperkirakan pada kuartal ketiga. Itu juga meningkatkan pedoman pendapatan untuk 2019.
     
    Sejauh ini, di antara lebih dari 70 perusahaan S&P 500 yang merilis pendapatan kuartalan, sebanyak 81 persen mencatatkan hasil di atas ekspektasi pasar, menurut FactSet. Namun, analis memperkirakan, keseluruhan pendapatan S&P 500 untuk kuartal ketiga akan menyusut 3,1 persen, menurut penyedia data keuangan Refinitiv.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id