AS-Tiongkok Hampir Rampungkan Kesepakatan Dagang Fase Pertama

    Angga Bratadharma - 26 Oktober 2019 12:32 WIB
    AS-Tiongkok Hampir Rampungkan Kesepakatan Dagang Fase Pertama
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones
    New York: Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) menyebutkan AS dan Tiongkok telah membuat kemajuan dalam diskusi perdagangan dan hampir menyelesaikan bagian dari kesepakatan fase satu. Ada harapan agar kesepakatan dagang penuh bisa segera tercapai dan nantinya menghentikan perang dagang.

    Agensi mengeluarkan pernyataan yang menguraikan status diskusi setelah percakapan yang dilakukan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He.

    "Mereka membuat kemajuan pada isu-isu spesifik dan kedua belah pihak hampir menyelesaikan beberapa bagian dari perjanjian. Diskusi akan berlangsung terus-menerus di tingkat wakil, dan para pemimpin tinggi akan memiliki panggilan lain dalam waktu dekat," kata USTR, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 26 Oktober 2019.

    Dua negara ekonomi terbesar di dunia itu terus berupaya mencapai kesepakatan perdagangan karena mereka mencoba mengakhiri serangkaian tarif yang berpotensi menghancurkan pada barang-barang satu sama lain bernilai ratusan miliar dolar. Tidak dipungkiri, perang dagang yang sedang terjadi telah memberikan tekanan bagi masing-masing negara.

    "Kami baik-baik saja. Kami bergerak dengan baik. Kami sedang berurusan dengan mereka (Tiongkok) sekarang. Dan banyak hal baik terjadi dengan Tiongkok. Mereka ingin membuat kesepakatan dengan sangat buru," kata Trump, ketika ditanya tentang Tiongkok oleh awak media.

    Awal bulan ini, Trump mengumumkan pihaknya sudah mencapai kesepakatan fase satu yang sangat substansial yang akan diselesaikan selama tiga minggu. Dia mengatakan perjanjian itu akan membahas masalah-masalah seperti kekayaan intelektual dan jasa keuangan, termasuk janji bagi Tiongkok membeli USD40-USD50 produk pertanian Amerika.

    Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok akan memangkas pertumbuhan global 2019 ke laju paling lambat sejak krisis keuangan 2008-2009. Bahkan prospek pertumbuhan dapat menjadi jauh lebih gelap jika ketegangan perdagangan tetap tidak terselesaikan.
     
    Dalam proyeksi Outlook Ekonomi Dunia terbarunya, IMF memperkirakan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di 2019 hanya sebesar 3,0 persen atau turun dari 3,2 persen dalam perkiraan Juli. Pemangkasan terjadi sebagian besar karena meningkatnya dampak dari gesekan perdagangan global.
     
    Perkiraan tersebut menjadi latar belakang yang suram yang menghiasi pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia minggu ini di Washington, dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mewarisi sejumlah masalah. Masalah itu mulai dari stagnasi perdagangan hingga reaksi politik di beberapa negara pasar berkembang.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id