Dolar AS Lanjutkan Pelemahan

    Antara - 06 Desember 2019 09:32 WIB
    Dolar AS Lanjutkan Pelemahan
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) turun untuk sesi kelima berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Pelemahan it terjadi lantaran tertekan oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan dan kinerja kuat minggu ini oleh euro dan pound Inggris.

    Mengutip Antara, Jumat, 6 Desember 2019, dalam perdagangan sore, indeks USD turun 0,2 persen menjadi 97,43654. Euro menguat sebanyak 0,2 persen terhadap dolar menjadi 1,1102 dolar, sementara dolar tergelincir 0,1 persen terhadap yen menjadi 108,76 yen.

    Sterling adalah peraih keuntungan terbesar minggu ini, naik 1,7 persen terhadap dolar, karena tampaknya Partai Konservatif yang berkuasa akan memenangkan mayoritas dalam pemilihan minggu depan dan mengakhiri tiga setengah tahun ketidakpastian terkait Brexit.

    Pound Inggris diperdagangkan pada level tertinggi tujuh bulan 1,3165 dolar dan memperpanjang kenaikan terhadap euro ke level tertinggi dua setengah tahun di 84,28 pence. Pound terakhir menguat 0,3 persen terhadap greenback pada 1,3155 dolar.

    Federal Reserve, pada pertemuan kebijakan moneter terakhirnya, mengatakan pihaknya bertahan setelah memangkas suku bunga tiga kali tahun ini. Tetapi beberapa analis menyarankan Fed dapat mempertimbangkan kembali sikap itu jika data ekonomi AS terus memburuk.

    "Anda melihat kekhawatiran bahwa ekonomi AS kembali melambat hanya karena beberapa angka buruk dari kedua data ISM (Institute for Supply Management)," kata Joe Trevisani, analis senior di FXStreet.com.

    Sebagian besar mata uang diperdagangkan dalam kisaran ketat setelah berita utama yang saling bertentangan mengenai apakah perjanjian perdagangan AS-Tiongkok dapat dicapai sebelum 15 Desember, ketika tarif tambahan AS mulai berlaku untuk barang-barang Tiongkok.

    Fokusnya juga pada seberapa besar kerusakan yang disebabkan perang dagang. Pesanan industri Jerman turun secara tak terduga pada Oktober, data menunjukkan. Laporan AS seperti klaim pengangguran mingguan dan defisit perdagangan sebagian besar lebih baik dari yang diperkirakan, tetapi mereka adalah data tingkat kedua dan tidak banyak menggerakkan dolar.

    Defisit perdagangan turun ke level terendah dalam hampir satu setengan tahun pada Oktober menjadi sebesar USD47,2 miliar, terkecil sejak Mei 2018. Klaim pengangguran awal turun menjadi 203.000 untuk pekan yang berakhir 30 November, terendah sejak pertengahan April.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id