Di Tengah Ketidakpastian Global, Jumlah Miliarder Justru Bertambah

    Nia Deviyana - 10 November 2019 14:24 WIB
    Di Tengah Ketidakpastian Global, Jumlah Miliarder Justru Bertambah
    Jack Ma baru saja dinobatkan sebagai orang paling kaya di Tiongkok versi Forbes 2019. Foto: AFP/Fabrice COFFRINI
    Washington: Populasi miliarder dunia terus bertambah meskipun orang kaya menarik saldo mereka dari bank pada tahun lalu. Menurut laporan Billionaire Insights UBS 2019, saat ini ada sekitar 2.101 miliarder secara global, yang bertambah sebesar 589 individu (atau 38,9 persen) dalam kurun waktu lima tahun.

    Selama periode lima tahun yang sama, kekayaan gabungan mereka tumbuh lebih dari sepertiga (34,5 persen) dengan total USD8,5 triliun. Laporan ini merupakan pengamatan dari 2013 hingga 2018.

    Melansir dari CNBC International, Minggu, 10 November 2019, ketidakpastian ekonomi selama lima tahun terakhir seperti gesekan perdagangan, pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah, dan volatilitas pasar keuangan nyatanya justru membuat kekayaan miliarder naik sebesar USD2,2 triliun sejak 2013.

    Miliarder asal Amerika menjadi satu-satunya yang tidak mengalami penurunan kekayaan pada 2018. Bahkan, kekayaan mereka tumbuh 0,1 persen. Hingga akhir tahun, AS menjadi rumah bagi sekitar 749 miliarder dengan kekayaan gabungan USD3,6 triliun.

    Namun, wilayah Asia Pasifik tetap menjadi rumah bagi miliarder terbesar di dunia. Dengan 754 miliarder, yang kekayaan gabungannya mencapai USD2,5 triliun, wilayah ini mewakili 36 persen dari populasi miliarder global.

    Sementara Tiongkok menyumbang 43 persen dari miliarder di kawasan Asia Pasifik. India menyumbang 14 persen, Hong Kong sembilan persen, dan Jepang hanya 4 persen.

    Di Eropa, populasi miliarder asal Timur Tengah dan Afrika turun lima persen dari tahun lalu menjadi 598 orang, yang kekayaan totalnya jika dijumlah mencapai USD2,4 triliun.

    Laporan itu juga menyoroti kenaikan jumlah wanita terkaya. Saat ini, ada 233 miliarder perempuan secara global, naik 46 persen dari 160 yang tercatat pada 2013 dan melampaui tingkat pertumbuhan 39 persen yang terjadi pada pria selama periode itu.

    Pertumbuhan itu sebagian besar dipimpin oleh wanita di Asia dan wanita pengusaha.

    "Sementara Asia terus dipandang memiliki budaya yang didominasi secara tradisional lebih patriarki, sungguh menggembirakan melihat bahwa jumlah miliarder perempuan telah tumbuh lebih dari dua kali lipat selama lima tahun terakhir," ujar Julia Leong, salah satu pemimpin bank swasta yang turut menulis laporan itu.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id