Bursa Saham AS Tertekan

    Angga Bratadharma - 04 Januari 2020 07:37 WIB
    Bursa Saham AS Tertekan
    Ilustrasi. FOTO: Pando
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih rendah pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor khawatir tentang risiko geopolitik di Timur Tengah. Meski demikian, disepakatinya kesepakatan dagang fase satu antara AS dengan Tiongkok masih memberikan sedikit dukungan.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 4 Januari 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 233,92 poin atau 0,81 persen ke 28,634.88. Sementara S&P 500 sebanyak turun 23 poin atau 0,71 persen ke 3,234.85. Indeks Komposit Nasdaq turun 71,42 poin atau 0,79 persen menjadi 9.020,77.

    Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah balas dendam setelah serangan Amerika Serikat menewaskan Mayor Jenderal Qassem Soleimani, komandan Korps Pengawal Revolusi Pasukan Quds Islam Iran, dalam serangan udara di Baghdad pada Jumat, televisi Pemerintah Iran melaporkan.

    Sebagai hasil dari meningkatnya kekhawatiran atas sengatan energi, harga minyak mentah naik lebih dari dua persen. Saham maskapai penerbangan menurun karena kekhawatiran kenaikan harga minyak. Harga saham American Airlines, United Airlines, dan Delta Air Lines masing-masing turun 4,95 persen, 2,05 persen dan 1,66 persen.

    "Peristiwa geopolitik oleh alam mereka tidak bisa ditebak, tapi periode sebelumnya peningkatan ketegangan menunjukkan bahwa dampak pada pasar yang lebih luas cenderung berumur pendek," kata Kepala Investasi UBS Kekayaan global Management Mark Haefele, dalam sebuah catatan.

    Sementara itu, kerja sama yang mulai tumbuh antara Tiongkok dan Amerika Serikat tidak hanya akan menguntungkan kedua negara tetapi juga seluruh dunia. Dalam konteks ini, diharapkan kedua negara tidak lagi terlibat dalam perang dagang karena sudah terbukti memberikan efek negatif terutama dari sisi stabilitas perdagangan global.
     
    Laporan yang dirilis Institut Ekonomi Dewan Kawasan Teluk berjudul 'Mempertimbangkan Kembali Hubungan Ekonomi AS-Tiongkok: Jalan ke Depan' membahas secara luas berbagai masalah antara dua ekonomi terbesar di dunia itu. Adapun Institut Ekonomi Dewan Kawasan Teluk berfokus pada masalah-masalah ekonomi.
     
    Laporan tersebut mengakui kesulitan yang ada dalam hubungan AS-Tiongkok, khususnya perbedaan perdagangan dan sengketa tarif yang diprakarsai oleh Pemerintahan AS saat ini. Namun, kebuntuan AS-Tiongkok saat ini tidak dapat dipecahkan, dan perbedaan mereka di banyak bidang sulit untuk dapat didamaikan, laporan tersebut menekankan.

    "Pada 2019, Amerika Serikat dan Tiongkok menandai peringatan 40 tahun pembentukan hubungan diplomatik. Sejak saat itu, hubungan tersebut telah melihat integrasi ekonomi yang tumbuh," kata laporan itu.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id