Kesepakatan Fase Satu AS-Tiongkok Stabilkan Pasar Keuangan

    Angga Bratadharma - 21 Desember 2019 14:03 WIB
    Kesepakatan Fase Satu AS-Tiongkok Stabilkan Pasar Keuangan
    Ilustrasi. FOTO: RBS
    Seoul: Kementerian Keuangan Korea Selatan (Korsel) mengungkapkan kesepakatan ekonomi dan perdagangan fase satu yang diumumkan oleh Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) telah menstabilkan pasar keuangan global. Diharapkan kesepakatan komprehensif bisa segera terjadi demi kepentingan bersama.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 21 Desember 2019, Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korsel menyatakan pasar keuangan global baru-baru ini stabil karena sentimen di antara investor global meningkat berkat perjanjian fase satu yang lebih pasti dibandingkan dengan prospek Brexit.

    Tiongkok dan Amerika Serikat telah menyetujui teks perjanjian ekonomi dan perdagangan fase-satu berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menghormati, dan mencapai konsensus bahwa pihak AS akan memenuhi komitmennya untuk menghapuskan tarif tambahan pada produk-produk Tiongkok, menurut sebuah pernyataan pihak Tiongkok pada 13 Desember.

    "Pasar keuangan Korea Selatan stabil setelah pemulihan pasar saham global, imbal hasil obligasi global yang lebih tinggi, dan melemahnya mata uang safe-haven seperti dolar AS," ungkap Kementerian Keuangan Korsel.

    Premium untuk Credit Default Swap (CDS), yang mengukur risiko kredit Korea Selatan, baru-baru ini mempertahankan rekor dan jatuh ke level 22,2 basis poin di New York, setelah diperdagangkan antara 27 dan 28 basis poin awal bulan ini, menurut Kementerian Keuangan Korea Selatan.

    Kementerian Keuangan Korsel mengungkapkan premium CDS yang lebih rendah dan pasar keuangan lokal yang stabil menunjukkan peningkatan sentimen investor, sebagian karena meningkatnya kepercayaan investor global terhadap ekonomi Korea Selatan.

    Sementara itu, kesepakatan perdagangan fase satu yang telah lama ditunggu-tunggu antara Amerika Serikat dan Tiongkok akhirnya disepakati dan menjadi berita utama yang memberi stimulus terhadap pasar keuangan dan pasar saham. Namun, Goldman Sachs, sebagai salah satu bank terbesar di AS, tidak begitu senang dengan hal itu.
     
    Sebagai bagian dari kesepakatan terbatas itu, AS mengatakan akan mempertahankan tarif 25 persen untuk sekitar USD250 miliar impor Tiongkok. Selain itu, akan mengurangi tarif pada USD120 miliar produk Tiongkok menjadi 7,5 persen. Akan tetapi, Kepala Ekonom Goldman Jan Hatzius menilai kesepakatan itu lebih kecil dari yang diharapkan.
     
    "Pengurangannya hanya setengah dari asumsi dasar kami (terkait kesepakatan dagang). Masih ada beberapa ketidakpastian mengenai status perjanjian ini, karena terlihat sekali lagi bahwa beberapa rincian teknis dan hukum masih berubah-ubah," pungkas Hatzius.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id