G20 Sepakat Capai Pertumbuhan Ekonomi Global Berdaya Tahan

    Angga Bratadharma - 24 Februari 2020 12:12 WIB
    G20 Sepakat Capai Pertumbuhan Ekonomi Global Berdaya Tahan
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: MI/ARYA MANGGALA
    Riyadh: Negara-negara anggota G20 sepakat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi global yang kuat, berkelanjutan, seimbang, inklusif, serta berdaya tahan. Kesepakatan itu digaungkan meski masih ada beberapa risiko yang menekan pemulihan ekonomi global seperti perang dagang dan virus korona yang menyebar ke beberapa negara di luar Tiongkok.

    "Negara-negara G-20 berkomitmen untuk menggunakan semua alat kebijakan guna mencapai pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif, serta tahan terhadap downsize risk," ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Senin, 24 Februari 2020.

    Adapun Menkeu dalam kesempatan itu, sekaligus mengetuai delegasi RI dalam dalam pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Riyadh, Arab Saudi, pada 22-23 Februari 2020 bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

    Pada 2020 dan 2021, pertumbuhan global masing-masing diperkirakan mencapai 3,3 persen dan 3,4 persen. Namun demikian, perbaikan pertumbuhan tersebut dibayangi oleh risiko ketegangan geopolitik, ketidakpastian kebijakan, dan virus korona.

    Penyebaran virus korona diyakini akan mempunyai dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan dengan ketegangan perdagangan global karena dampak virus korona menghantam berbagai lini ekonomi, baik dari sisi industri, perdaganan, investasi, maupun pariwisata.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil pada tingat lima persen didukung oleh tingkat konsumsi yang stabil dan perbaikan iklim investasi. Indonesia terus melanjutkan bauran kebijakan dengan mensinergikan kebijakan fiskal, moneter dan struktural untuk mengatasi tantangan domestik dan global.

    Saat ini, Indonesia sedang dalam proses pembahasan untuk penerbitan omnibus law yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan lapangan kerja dan meningkatkan investasi dengan sinergi penyederhanaan aturan.

    Adapun agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi global economy, enhancing access to opportunities, financial resilience and development, infrastructure investment, international taxation, dan financial sector issues.

    Sebagai informasi, pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di bawah Arab Saudi pada 2020.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id