Trump: Pembicaraan Perdagangan Baru dengan Tiongkok Dimulai

    Angga Bratadharma - 06 Juli 2019 15:05 WIB
    Trump: Pembicaraan Perdagangan Baru dengan Tiongkok Dimulai
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping (FOTO: AFP)
    New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok, yang terhenti pada Mei lalu, telah dimulai kembali setelah pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada pertemuan puncak G-20 pada akhir pekan, di Osaka, Jepang

    Trump mengatakan kepada wartawan di Kantor Oval bahwa pembicaraan yang diperbarui sedang dilakukan melalui telepon. Presiden Trump menambahkan setiap kesepakatan antara kedua negara adikuasa ekonomi perlu bersandar pada kepentingan AS.

    "Mereka berbicara sangat banyak di telepon tetapi mereka juga bertemu. Ya, pada dasarnya sudah dimulai (pembicaraan perdagangan antara AS dengan Tiongkok). Itu sebenarnya dimulai sebelum pertemuan kita," kata Trump, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 6 Juli 2019.

    "Itu harus lebih baik bagi kami (AS) daripada bagi mereka (Tiongkok) karena mereka memiliki keuntungan besar selama bertahun-tahun," tambah Trump.

    Presiden Trump mengungkapkan surplus perdagangan Tiongkok yang cukup besar atas AS selama bertahun-tahun mengartikan kesepakatan perdagangan potensial dengan Beijing harus lebih berpihak kepada AS. "Harus menjadi kesepakatan yang agak miring untuk keuntungan kita (untuk AS)," kata Trump.

    Trump dan Xi telah sepakat selama pertemuan bilateral di KTT di Osaka, Jepang, untuk menunda pemberlakuan tarif baru pada impor barang masing-masing. Selain itu, keduanya sepakat untuk kembali melakukan negosiasi perdagangan. Kondisi ini akhirnya memberikan efek positif terhadap pasar saham dan ekonomi dunia.

    AS telah mengenakan bea atas barang-barang Tiongkok senilai USD250 miliar, dan telah mengancam akan mengenakan tarif kepada hampir semua impor Tiongkok lainnya. Sedangkan Beijing telah mengenakan tarif atas barang-barang AS senilai USD110 miliar.

    Negosiasi antara AS dan Tiongkok runtuh pada Mei setelah delegasi dari Beijing melakukan perjalanan ke Washington untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi. Trump mengklaim bahwa Tiongkok melanggar kesepakatan yang hampir selesai dengan mengingkari beberapa ketentuan yang telah disepakati.

    Sebelumnya, Konsul Jenderal Tiongkok untuk San Francisco Wang Donghua membantah tuduhan beberapa orang bahwa kesepakatan perdagangan dapat dicapai oleh Amerika Serikat dengan cara memberikan tekanan maksimum kepada Tiongkok, termasuk tarif yang diberlakukan terus-menerus.
     
    "Faktanya adalah bahwa pangsa pasar AS di Tiongkok tidak meluas tetapi menurun. Karena tarif telah mengundang pembalasan dalam bentuk barang, membuat produk AS seperti pesawat komersial, kedelai, jagung, daging dan makanan laut kurang kompetitif," kata Wang.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id