Sepekan, 1.800 Karyawan Ritel di AS Kena PHK

    Nia Deviyana - 17 Februari 2020 07:58 WIB
    Sepekan, 1.800 Karyawan Ritel di AS Kena PHK
    Ilustrasi phk. Foto : AFP.
    Washington: Hampir 1.800 karyawan ritel, baik dari bisnis tradisional maupun e-commerce diberhentikan dari empat perusahaan besar minggu ini. Hal ini terjadi bahkan ketika tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) mencapai level terendah dalam 50 tahun terakhir.

    Melansir Bussiness Insider, Minggu, 16 Februari 2020, PHK di Barneys dan Kohl mewakili tantangan yang sedang berlangsung untuk pasar ritel tradisional. Sementara itu apa yang terjadi di startup digital Wayfair dan Jet Black mewakili bahaya produk e-commerce yang tumbuh pesat dan sangat cepat.

    "Perjuangan Kohl, Walmart, dan Barneys adalah contoh dari apa yang dihadapi banyak pengecer saat ini," ujar direktur pelaksana TLGG Consulting, Katrin Zimmermann.

    "Ada kecenderungan untuk menunjukkan kenaikan harga dan persaingan dari para pemain e-commerce. Namun, ada hal-hal yang dapat dilakukan semua pengecer untuk tetap kompetitif pada dekade baru ini," imbuhnya.

    Hal yang sama dialami Barneys dan Kohl meksipun mereka memiliki segmen pasar yang berbeda. Barneys adalah department store mewah yang disukai oleh para selebriti, dan Kohl adalah toko besar yang menjadi lambang pusat perbelanjaan AS di pinggiran kota, keduanya nyatanya gagal beradaptasi dengan pasar ritel yang cepat berubah.

    Di sisi lain, analis utama di Forrester, Sucharita Kodali menilai toko-toko tersebut telah berjuang dalam waktu yang lama, dan masih menghasilkan miliaran dolar.

    "Itu tidak akan menguap dalam semalam, tapi kita masih melihat ini akan menjadi bom waktu. Terkadang program yang dijalankan dengan baik dapat membantu mencegah penurunan. Setiap kuartal mereka harus melakukan hal yang luar biasa," kata Kodali.

    Sementara itu, pada bisnis e-commerce, Jet Black dan Wayfair mewakili bahaya dari startup digital yang tumbuh terlalu banyak dan terlalu cepat. Dalam kedua kasus tersebut, perusahaan-perusahaan ini membuat perencanaan yang membuat mereka tidak mampu menangani biaya operasi yang tinggi.

    Zimmermann mengatakan bahwa untuk Kohl dan Wayfair, kelangsungan hidup perusahaan akan bergantung pada pemfokusan kembali pada target audiens baru dan lebih canggih untuk mengintegrasikan teknologi.

    "Teknologi telah menjadi kata kunci dalam industri ritel selama hampir satu dekade. Tidak cukup hanya membagikan iPad kepada karyawan Anda. Teknologi selalu merupakan sarana untuk mencapai tujuan, yang pada akhirnya memberikan pengalaman yang menyenangkan untuk pelanggan," ujarnya.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id