Wabah Korona Hambat Aktivitas Bisnis di Tiongkok

    Angga Bratadharma - 03 Februari 2020 08:04 WIB
    Wabah Korona Hambat Aktivitas Bisnis di Tiongkok
    Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER
    Beijing: Tiongkok menunda dimulainya aktivitas bisnis paling tidak seminggu setelah negara itu berusaha mengendalikan penyebaran virus korona yang telah menewaskan lebih dari 200 orang. Langkah itu dengan harapan menekan penyebaran virus agar tidak kian meluas.

    Mengutip CNBC, Senin, 3 Februari 2020, pada Sabtu waktu setempat, setidaknya 21 provinsi, kota, dan daerah lain di Tiongkok telah mengatakan kepada pelaku bisnis untuk tidak kembali bekerja sebelum 10 Februari, sesuai pernyataan umum yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dalam konteks ini, kebijakan itu diharapkan bisa dilaksanakan oleh semua para pelaku usaha.

    Tahun lalu, pusat pertumbuhan ekonomi Tiongkok tersebut menyumbang 80 persen lebih dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dan 90 persen dari ekspor, menurut perhitungan CNBC dari data yang diakses melalui Wind Information. Artinya, penundaan dalam bekerja dapat berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan internasional.

    Ekonom Morgan Stanley memperkirakan awal pekan ini bahwa jika liburan Tahun Baru Imlek diperpanjang satu minggu secara nasional, produksi industri pada Januari dan Februari bisa dihantam sebanyak 5-8 poin. Namun, belum jelas sampai sejauh mana gangguan terkait virus ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi setahun penuh Tiongkok.

    Sedangkan Pemerintah Tiongkok telah mengamanatkan bahwa semua provinsi harus melanjutkan produksi sumber daya medis yang diperlukan untuk mencegah dan mengendalikan virus. Di sebagian besar wilayah, bisnis yang terlibat dengan utilitas publik, supermarket, atau industri penting lainnya harus tetap buka.

    Liburan Tahun Baru Imlek pada awalnya ditetapkan berjalan dari 24 Januari hingga 30 Januari, dengan aktivitas pekerjaan kembali dilanjutkan pada 31 Januari. Secara nasional, Pemerintah Tiongkok telah memperpanjang liburan sehingga bisnis tidak akan dibuka kembali hingga Senin, 3 Februari.

    Sejumlah provinsi dan kota di Tiongkok pun telah mengumumkan penundaan untuk dimulainya kembali pekerjaan. Beijing mendorong perusahaan agar karyawannya bekerja dari rumah hingga 10 Februari. Sedangkan di Tianjin, aktivitas bisnis dan sekolah tidak akan dibuka kembali sampai pemberitahuan lebih lanjut.

    Sementara di Hubei, tempat penyakit ini terkonsentrasi, meminta para pelaku bisnis untuk tidak membuka kembali sampai setidaknya 14 Februari. Namun, para pejabat mengatakan Hubei akan memperpanjang liburan ke 'batas yang tepat', menurut surat kabar milik pemerintah People's Daily. Penduduk Hubei yang bekerja di luar provinsi juga diminta untuk tetap tinggal.

    Adapun Anhui, Chongqing, Fujian, Guangdong, Guizhou, Hebei, Heilongjiang, Henan, Hunan, Mongolia Dalam, Jiangsu, Jiangxi, Liaoning, Ningxia, Shaanxi, Shandong, Shanghai, Suzhou, Xi'an, Yunnan, dan Zhejiang, juga akan menunda aktivitas bisnis mereka.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id