Upaya Bank Sentral Tiongkok Tahan Perlambatan Yuan

    Angga Bratadharma - 31 Agustus 2019 16:01 WIB
    Upaya Bank Sentral Tiongkok Tahan Perlambatan Yuan
    Markas PBOC, di Beijing, Tiongkok. FOTO:AFP
    Beijing: Tiongkok menetapkan tingkat titik tengah harian untuk yuan lebih lemah selama lebih dari satu dekade. Hal itu karena Beijing tetap terkunci dalam perang dagang yang berkepanjangan dengan Washington. Ada harapan agar perang dagang ini bisa segera terhenti demi kepentingan bersama.

    Adapun bank sentral Tiongkok, People's Bank of China (PBoC) menetapkan titik tengah di 7,0810 per dolar. Titik itu lebih lemah dari perbaikan hari sebelumnya, tetapi lebih kuat dari level 7,1055 per dolar yang diharapkan pasar. Penetapan titik tengah ini dinilai sebagai langkah menopang gerak yuan agar tidak terus melemah.

    "Dengan menetapkan titik tengah yuan pada level yang lebih kuat dari yang diharapkan, Tiongkok bisa memberi sinyal kepada pasar bahwa mereka mungkin ingin memperlambat laju depresiasi mata uang," kata Kepala Penelitian Tiongkok Raya di OCBC Bank Singapura, Tommy Xie, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 31 Agustus 2019.

    "Tiongkok lebih berpikiran terbuka tentang rezim mata uangnya. Sementara Beijing memberi pasar peran yang lebih besar untuk memutuskan (gerak) mata uang, dan Tiongkok masih memantau langkah pergerakan dengan hati-hati," kata Xie.

    Sedangkan Amerika Serikat keberatan dengan yuan yang lebih rendah karena mata uang yang lebih lemah membuat ekspor suatu negara lebih murah di pasar internasional, dan memberi mereka keuntungan perdagangan atas pesaing mereka. Kondisi ini yang lagi-lagi membuat AS meminta Tiongkok lebih adil dalam menjalankan aspek perdagangan.

    Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wei Jianguo optimistis ketegangan perang negaranya dengan Amerika Serikat tidak akan membuat perusahaan-perusahaan di negeri Tirai Bambu keok. Sebaliknya, mereka terus mencari cara untuk mencari peluang bisnis.
     
    "Saya yakin perang dagang antara AS dengan Tiongkok akan menjadi situasi jangka panjang," ujar Wei.

    Dia menuturkan pihak Tongkok menunggu kesepakatan perdagangan yang adil dan setara. Kendati demikian, Tiongkok tetap membuat persiapan dalam menghadapi dampak negatif akibat ketegangan perdagangan. "Kami tidak takut," tukas Wei, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua dan Wakil Pejabat Executive China Center for International Economic Exchanges.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id