Produksi Minyak Arab Saudi Kembali Pulih - Medcom

    Produksi Minyak Arab Saudi Kembali Pulih

    Ade Hapsari Lestarini - 04 Oktober 2019 13:04 WIB
    Produksi Minyak Arab Saudi Kembali Pulih
    Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz Bin Salman. FOTO: AFP.
    Moskow: Arab Saudi telah memulihkan produksi minyaknya ke posisi sebelum terjadi serangan terhadap instalasi minyaknya.

    Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz Bin Salman mengungkapkan hal tersebut saat berada di Pekan Energi Rusia.

    "(Produksi) Kami bahkan melampaui 9,9 juta barel per hari (bph) dengan kapasitas produksi yang stabil. Produksi kami berada di 11,3 juta barel per hari dan seperti yang telah kami katakan sebelumnya pada akhir November kami akan kembali beroperasi," kata Pangeran Abdulaziz, seperti dilansir dari Saudigazette.com, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Serangan di fasilitas pemrosesan minyak utama Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais pada 14 September lalu telah menghentikan sementara pasokan minyak Arab Saudi sekitar 5,7 juta barel per hari. Jumlah tersebut sekitar lima persen dari pasokan global atau setara dua miliar kaki kubik gas.

    Administrasi Informasi Energi AS memperkirakan bahwa Arab Saudi memproduksi 9,9 juta barel per hari minyak mentah pada Agustus.

    "Perjanjian kami dengan OPEC+ seharusnya memproduksi 10,3 juta barel per hari, kami memilih untuk secara sukarela mengurangi produksi minyak kami ke level yang lebih rendah dari itu," tambahnya.

    OPEC dan produsen sekutu yang dipimpin oleh Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, setuju untuk memotong pasokan minyak sebesar 1,2 juta barel per hari untuk mendukung harga. Pemotongan mulai berlaku pada 1 Januari 2019.

    "Saya ingin melanjutkan, industri energi di Arab Saudi, kami punya beberapa tantangan, kami telah mendapatkan IPO dan kami ingin memastikan itu adalah IPO yang sukses," kata Pangeran Abdulaziz.

    Para pemimpin energi dari seluruh dunia telah bersidang di Moskow selama seminggu untuk membahas berbagai hal. Mulai dari prospek energi global hingga tantangan dalam pengembangan energi terbarukan.

    Pada hari kedua di agenda Pekan Energi Rusia, membahas tentang menjaga konektivitas energi di dunia yang tidak stabil. Pangeran Abdulaziz dan Novak menyoroti permintaan minyak di masa depan.

    "Permintaan minyak akan lebih rendah pada 2019 dari 2018 dan pertumbuhannya sebesar 1,8 juta barel per hari, tahun lalu 1,5 juta barel per hari, dan permintaan dipengaruhi oleh status ekonomi global," kata Novak selama diskusi panel.

    "Ada beberapa kekhawatiran terhadap resesi, itu adalah gambaran suram karena orang skeptis tentang masa depan. Satu-satunya cara untuk mengatasi persepsi negatif ini adalah resolusi cepat untuk masalah perdagangan," tegas Pangeran Abdulaziz.

    Dia mengatakan, dengan perjanjian antara Arab Saudi dengan OPEC+, pihaknya seharusnya memproduksi 10,3 juta barel per hari. Namun, tambah dia, Arab Saudi lebih memilih secara sukarela mengurangi produksi minyak ke tingkat yang lebih rendah dari itu.

    Pangeran Abdulaziz pada Rabu waktu setempat mengatakan bahwa aliansi OPEC+, kelompok negara-negara OPEC dan non-OPEC berkomitmen untuk mempertahankan pemotongan pasokan minyak untuk mendukung harga, karena telah melampaui pengaturan sementara dan melangkah ke hubungan jangka panjang.

    "Kami sekarang telah melampaui pengaturan sementara dan pergi ke hubungan jangka panjang antara negara-negara OPEC dan non-OPEC. Kami memperhatikan tanggung jawab kami terhadap konsumen kami," tambahnya.

    Pangeran Abdulaziz memulai diskusi utamanya di Pekan Energi Rusia dengan memuji perjanjian OPEC+, serta aliansi energi strategis antara Arab Saudi dan Rusia.

    "Kami bersekutu karena ada banyak alasan dalam aliansi kami," pungkas Pangeran Abdulaziz.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id