McKinsey: Tiongkok Tidak Lagi Bergantung dengan Perdagangan-Investasi

    Angga Bratadharma - 20 Juli 2019 12:02 WIB
    McKinsey: Tiongkok Tidak Lagi Bergantung dengan Perdagangan-Investasi
    Ilustrasi (FOTO: AFP)
    New York: Laporan konsultan McKinsey and Company pada Juni mengungkapkan bahwa dunia menjadi lebih terekspos secara ekonomi ke Tingkok. Hal tersebut terjadi pada saat raksasa Asia ini semakin mengandalkan konsumennya sendiri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Temuan oleh McKinsey datang ketika Tiongkok terkunci dalam pertarungan tarif selama setahun dengan AS yang telah berdampak ke bidang-bidang lain, seperti teknologi dan keamanan. Para ekonom umumnya memperkirakan ekonomi Tiongkok -bukannya AS- akan terpukul lebih besar dari kenaikan tarif karena negara di Asia relatif lebih bergantung pada ekspor.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 20 Juli 2019, laporan dari McKinsey menemukan bahwa konsumsi berkontribusi lebih dari 60 persen dari pertumbuhan ekonomi Tiongkok selama 11 kuartal dari 16 kuartal atau dari Januari 2015 hingga Desember 2018. Itu berarti ekonomi Tiongkok telah mengurangi ketergantungannya pada perdagangan sebagai sumber pertumbuhan.

    Faktanya, studi ini menemukan bahwa perdagangan bersih Tiongkok -nilai total ekspor dikurangi impor- sebenarnya memberikan kontribusi negatif terhadap pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu. Dengan kata lain, Tiongkok memiliki strategi pertumbuhan yang lebih mengutamakan konsumsi dalam negeri dan bukan perdagangan.

    "Saya pikir itu salah satu hal yang mereka coba lakukan adalah untuk membangun ekonomi yang lebih kuat, dan lebih beragam," kata Ketua McKinsey Asia Oliver Tonby.

    Konsultan mempelajari bagaimana Tiongkok dan dunia dihubungkan melalui perdagangan, modal, dan teknologi. Ditemukan bahwa semakin pentingnya konsumen Tiongkok dalam mendukung pertumbuhan yang berarti produsen di negara itu menjual lebih banyak ke konsumen domestik, dan lebih sedikit ke dunia.

    Akibatnya, Tiongkok mengekspor hanya sembilan persen dari hasil produksi pada 2017 atay turun dari 17 persen pada 2007, menurut penelitian McKinsey. Itu menunjukkan Tiongkok menjadi lebih mandiri dan kurang terekspos ke seluruh dunia, demikian temuan penelitian itu.

    "Eksposur Tiongkok ke dunia secara relatif telah turun karena pendorong utama pertumbuhan ekonominya bukan lagi perdagangan atau investasi, melainkan konsumsi domestik. Penurunan paparan Tiongkok juga mencerminkan kenyataan bahwa ekonomi masih relatif tertutup dibandingkan dengan negara maju," kata McKinsey.

    Sebaliknya, kata laporan McKinsey, seluruh dunia menjadi lebih tergantung pada Tiongkok. "Negara-negara memperdagangkan lebih banyak barang dengan Tiongkok atau menerima lebih banyak investasi dari Beijing," pungkas McKinsey.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id