Sengketa Subsidi Pesawat, UE Siap Berunding dengan AS

    03 Juli 2019 11:32 WIB
    Sengketa Subsidi Pesawat, UE Siap Berunding dengan AS
    Ilustrasi (FOTO: AFP)
    Brussels: Uni Eropa (UE) mengaku terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Washington dalam perselisihan mengenai subsidi pesawat sambil mempersiapkan pembalasan setelah Amerika Serikat (AS) menambahkan minyak zaitun, keju Italia, dan wiski Scotch, ke daftar barang-barang yang kena tarif besar.

    Hanya beberapa hari setelah mencapai gencatan senjata dalam perang dagang AS-Tiongkok, kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) membuka front baru dengan Eropa pada Senin 1 Juli dalam perselisihan yang telah berlangsung lama mengenai saling klaim subsidi untuk Airbus dan saingannya Boeing AS.

    Mengutip Antara, Rabu, 3 Juli 2019, AS menambahkan produk tambahan senilai USD4 miliar ke daftar barang UE senilai USD21 miliar yang memenuhi syarat untuk dikenai tarif tambahan setelah 15 tahun berdebat di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) -industri yang mengkhawatirkan di kedua sisi Atlantik.

    Jumlah total aktual dari tarif diperkirakan akan lebih rendah karena Amerika Serikat telah meminta badan Jenewa untuk menyetujui mengenakan tarif USD11,2 miliar karena subsidi Eropa untuk Airbus dan ini masih tunduk pada arbitrasi WTO.

    Tetapi dengan memperluas daftar barang yang memenuhi syarat untuk memasukkan produk pertanian mulai dari pir hingga babi, Washington meningkatkan tekanan pada UE sambil mengirimkan sinyal dukungan kepada kelompok domestik utama, kata sumber perdagangan.

    Banyak barang yang ditambahkan ke kumpulan produk potensial mencerminkan kekhawatiran yang disuarakan selama dua hari dengar pendapat pada April, termasuk dari peternak sapi perah.

    Presiden AS Donald Trump memenangkan pemilihan pada 2016 sebagian besar dengan memenangkan suara pedesaan, tetapi petani sangat terpukul dengan tarifnya di Tiongkok dan tindakan pembalasan selanjutnya.

    "Penambahan bahan makanan bisa membantu meredakan kekhawatiran itu pada saat kampanye pemilihan AS memanas dan petani mulai kehabisan kesabaran," kata sumber itu.

    WTO telah menemukan bahwa dua pembuat pesawat terbesar di dunia itu menerima miliaran dolar subsidi berbahaya dalam sepasang kasus yang menandai perselisihan perdagangan perusahaan terbesar di dunia tersebut.

    Amerika Serikat dan Uni Eropa masing-masing telah mengancam untuk mengenakan tarif balasan miliaran dolar, dengan Washington yang pertama dalam antrean untuk mencari tarif berdasarkan jadwal WTO.

    penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro mengatakan Washington dapat mengumumkan dalam beberapa minggu barang mana yang akan menghadapi tarif AS. "Apa yang kami cari adalah untuk mendapatkan perdagangan yang adil dan timbal balik tanpa subsidi besar dari pemerintah asing untuk mengambil pekerjaan kami," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id