Wall Street Tumbang Jelang Negosiasi AS-Tiongkok

    Angga Bratadharma - 08 Oktober 2019 07:02 WIB
    Wall Street Tumbang Jelang Negosiasi AS-Tiongkok
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith
    New York: Pasar saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih rendah pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), menjelang putaran baru perundingan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia yakni AS dan Tiongkok. Ada harapan agar perundingan tersebut bisa mencapai kata sepakat demi kepentingan bersama.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 8 Oktober 2019, indeks Dow Jones Industrial Average melemah sebanyak 95,70 poin atau 0,36 persen menjadi 26.478,02. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 13,22 poin atau 0,45 persen menjadi 2.938,79. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun 26,18 poin atau 0,33 persen menjadi 7.956,29.

    Sebanyak 10 dari 11 sektor S&P 500 utama ditutup lebih rendah, dengan energi turun 0,92 persen, menjadi kelompok berkinerja terburuk. Sedangkan layanan komunikasi naik 0,04 persen, satu-satunya pemenang. Investor sedang menunggu pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok yang akan dimulai akhir pekan ini.

    "Efek dari pajak perdagangan yang ada terlihat dalam pengeluaran investasi. Perusahaan cenderung untuk berinvestasi ketika rantai pasokan yang telah dibangun selama 30 tahun terancam," kata Analis di bank investasi Swiss UBS dalam sebuah catatan.

    Selain itu, Wall Street menunggu pidato berikutnya dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell di pertemuan tahunan Asosiasi Ekonomi Bisnis AS. Pekan lalu, kesibukan data AS yang lemah membangkitkan harapan untuk kebijakan moneter yang lebih mudah dari Federal Reserve. Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga akhir bulan ini lebih dari 70 persen.

    Adapun pertemuan AS dengan Tiongkok sedianya akan digelar pada 10-11 Oktober 2019. Namun, negosiasi yang membahas perang dagang diprediksi berlangsung alot. Pejabat Tiongkok dikabarkan ragu untuk menggelar kesepakatan perdagangan yang lebih luas dengan AS, demikian laporan Blomberg News.
     
    Wakil Perdana Menteri Liu He, yang akan memimpin negosiasi untuk Tiongkok, menegaskan penolakan terhadap tuntutan utama AS terkait reformasi kebijakan industri. "Ini adalah salah satu di antara tuntutan utama administrasi Trump dalam pembicaraan perdagangan," ujarnya.

    Di sisi lain, ketegangan dipastikan meningkat setelah wacana pembatasan investasi AS di Negeri Tirai Bambu, termasuk kemungkinan memblokir semua investasi keuangan AS di perusahaan-perusahaan Tiongkok. Meskipun kabar tersebut sempat dibantah oleh pejabat AS, memo pertimbangan kebijakan ini beredar di Gedung Putih.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id