Gagal Raih Peningkatan Kuota IMF, Tiongkok Kecewa

    Arif Wicaksono - 20 Oktober 2019 14:49 WIB
    Gagal Raih Peningkatan Kuota IMF, Tiongkok Kecewa
    Dana Moneter Internasional (IMF). Foto : AFP.
    Beijing : Pemerintah Tiongkok sangat kecewa dengan peninjauan kuota terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) yang gagal menyepakati kenaikan kuota dan penataan kembali kuota. Hal ini dikatakan Gubernur Bank sentral Tiongkok Yi Gang. 

    Kenaikan kuota akan dipertimbangan dilakukan pada akhir Desember 2023. Kenaikan kuota ini merupakan jumlah sumber pendanaan dari negara anggota IMF.  Kuota setiap negara mencermikan posisi negara dalam perekonomian dunia. Tiongkok menempati posisi ketiga dengan sebesar 6,41 pesen dibawah Jepang dan Amerika Serikat. Untuk menaikan kuota dibutuhkan persetujuan 85 persen melalui voting di  IMF, yang sebagian besar dikuasi AS. 

    "IMF harus terus mendorong maju dengan kuota dan reformasi tata pemerintahan, yang merupakan prasyarat bagi IMF untuk memenuhi mandatnya," kata Gubernur Bank Sentral China dalam sebuah pernyataan pada pertemuan Komite Moneter dan Keuangan Internasional (IMFC), badan pengaturan kebijakan IMF, di sela-sela pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Washington dikutip dari Global Times, Minggu 20 Oktober 2019. 

    KTT Kelompok negara G20 dan pertemuan IMFC telah membuat beberapa komitmen dari tinjauan kuota ke-15. Hal ini akan membuat kuota ekonomi dapat ditingkatkan sejalan dengan posisi kuat mereka dalam ekonomi dunia.  

    "Komitmen itu harus dihormati," kata Yi. 

    Tiongkok mendukung IMF yang kuat, berbasis kuota, dan sumber daya yang cukup untuk mempertahankan peran sentralnya dalam jaring pengaman keuangan global. Dia mencatat bahwa kuota adalah sumber utama pembiayaan pemberi pinjaman global.

    "Kegagalan untuk menyesuaikan saham kuota merusak representasi, pemerintahan, dan legitimasi IMF," kata Yi.

    Gubernur bank sentral Tiongkok menantikan komitmen IMF tentang penyesuaian pembagian kuota di masa depan dengan peta jalan yang jelas.

    "Tiongkok bersama dengan pihak-pihak lain, terus mendorong reformasi kuota IMF yang akan memperkuat suara dan representasi ekonomi negara berkembang dan negara-negara berkembang, mempersempit kesenjangan antara kuota aktual dan dihitung dengan cara yang konstruktif, dan mengurangi distorsi dalam struktur kuota untuk mencerminkan posisi relatif anggota dalam ekonomi global," katanya.

    IMF mengumumkan bahwa para anggotanya menyetujui paket reformasi yang akan mempertahankan tingkat pendanaannya dan menunda perubahan kuota. Saat ini, pemberi pinjaman global memiliki USD1 triliun dalam total sumber daya pinjaman, terdiri dari kuota, New Arrangements to Borrow, sebuah mekanisme pinjaman multilateral yang menyediakan sumber daya pinjaman tambahan, dan Perjanjian Pinjaman Bilateral, dorongan lebih lanjut untuk kapasitas pinjaman IMF setelah krisis keuangan 2008.

    Tinjauan kuota IMF yang ke-14 disimpulkan pada 2010 dan peningkatan kuota menjadi efektif pada 2016. Setelah reformasi, sekitar enam persen saham kuota dialihkan ke pasar negara berkembang, termasuk Tiongkok dan India.

    "Kami mencatat tidak adanya kemajuan pada peningkatan kuota berdasarkan Tinjauan ke-15 dan meminta Dewan Eksekutif untuk menyelesaikan pekerjaannya pada Tinjauan ke-15 dan pada paket sumber daya IMF dan reformasi tata kelola, dan untuk melaporkan kepada Dewan Gubernur segera mungkin, "kata IMFC. 

    "Di luar Tinjauan ke-15, kami berkomitmen untuk meninjau kembali kecukupan kuota dan melanjutkan proses reformasi tata kelola IMF di bawah Tinjauan Umum Kuota ke-16, termasuk formula kuota baru sebagai panduan, dengan Tinjauan akan diperpanjang dari 2020 hingga tidak ada paling lambat 15 Desember 2023, " tambah dia.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id