Trump Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Industri Logam Iran

    09 Mei 2019 11:03 WIB
    Trump Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Industri Logam Iran
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Olivier Douliery/AFP)
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan sanksi baru terhadap Iran yang kali ini menargetkan pendapatan ekspor Republik Islam itu dari sektor logam industri. Trump juga berjanji untuk terus menekan Teheran kecuali jika secara fundamental mengubah kebijakannya.

    Pengumuman itu dibuat pada hari peringatan penarikan unilateral Amerika Serikat (AS) dari kesepakatan penting 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia untuk mengekang program nuklirnya, dengan imbalan meringankan beberapa sanksi dan beberapa jam setelah Teheran mengatakan tidak akan lagi sepenuhnya mematuhi perjanjian itu.

    Ketegangan antara Washington dan Teheran sudah tinggi ketika Pemerintahan Trump mengatakan akhir pekan lalu bahwa pihaknya mengerahkan armada kapal induk dan pesawat-pesawat pembom ke Timur Tengah, sebagai tanggapan atas apa yang dikatakannya sebagai indikasi dan peringatan yang mengganggu dari Iran.

    Sebelum perintah eksekutif Trump terkait sanksi, seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan Washington akan memberlakukan lebih banyak pembatasan ekonomi di Teheran segera dan telah memperingatkan Eropa untuk berhenti melakukan bisnis dengan Republik Islam itu.

    "Tindakan hari ini menargetkan pendapatan Iran dari ekspor logam industri -10 persen dari ekspornya- dan membuat negara-negara lain memerhatikan bahwa mengizinkan baja dan logam lain Iran ke pelabuhan Anda tidak akan lagi ditoleransi," kata Trump dalam sebuah pernyataan.

    "Teheran dapat mengharapkan tindakan lebih lanjut kecuali secara fundamental mengubah perilakunya," ujar Trump, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 9 Mei 2019.

    Pemerintahan Trump mengatakan kesepakatan nuklir, dinegosiasikan oleh pendahulunya Barack Obama, cacat karena tidak permanen, tidak membahas program rudal balistik Iran dan tidak menghukumnya karena melancarkan perang proxy di negara-negara Timur Tengah lainnya.

    Anggota parlemen Demokrat seperti Chris Murphy, di subkomite Timur Tengah Senat mengatakan Iran menghentikan kepatuhan terhadap beberapa bagian dari kesepakatan itu adalah berita buruk dan menuduh Pemerintah Trump membuat AS lebih tidak aman melalui kebijakannya. Ketua DPR Nancy Pelosi meminta pengarahan tentang Iran untuk anggota-anggotanya.

    Beberapa jam sebelum sanksi baru AS, Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan Teheran mengurangi pembatasan untuk program nuklirnya dengan langkah-langkah yang untuk saat ini berhenti melanggar perjanjian 2015. Tapi pihaknya mengancam tindakan lebih lanjut jika negara-negara tidak melindunginya dari sanksi.

    Morrison mengatakan Amerika Serikat akan bergerak cepat terhadap segala upaya negara-negara Eropa untuk melemahkan tekanan sanksi Washington terhadap Iran. Dia menyarankan mereka agar tidak menggunakan apa yang disebut Kendaraan Tujuan Khusus (Special Purpose Vehicle) untuk memfasilitasi perdagangan non-dolar untuk menghindari sanksi AS.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id