Perang Dagang Seret Yuan ke Posisi Terlemah

    14 Mei 2019 11:04 WIB
    Perang Dagang Seret Yuan ke Posisi Terlemah
    Ilustrasi (AFP Photo/Frederic J Brown)
    New York: Kurs yuan Tiongkok jatuh ke tingkat terendah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sejak Desember pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Hal itu terjadi karena perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok meningkat, dengan masing-masing negara menaikkan tarif barang satu sama lainnya.

    Mengutip Antara, Selasa, 14 Mei 2019, Tiongkok berencana untuk mengenakan tarif lebih tinggi pada barang-barang Amerika Serikat senilai USD60 miliar, kata Kementerian Keuangan Tiongkok pada Senin 113 Mei, setelah AS mengumumkan kenaikan tarif terhadap USD200 miliar produk Tiongkok pada Jumat 10 Mei.
    Presiden AS Donald Trump mengatakan Beijing melanggar kesepakatan dengan mengingkari komitmen sebelumnya yang dibuat selama negosiasi berbulan-bulan, sementara Tiongkok mengatakan pada Minggu 12 Mei bahwa pihaknya tidak akan menelan buah pahit yang merusak kepentingannya.

    Yuan melemah menjadi USD6,92 terhadap, tingkat terendah sejak 24 Desember. Tiongkok diperkirakan akan melakukan intervensi untuk menghentikan penurunan tujuh persen terhadap dolar AS.

    Ketegangan yang meningkat antara kedua negara juga meningkatkan kekhawatiran bahwa Tiongkok akan menjual kepemilikan surat utang Pemerintah AS yang besar sebagai hukuman atau sebagai taktik negosiasi melawan Amerika Serikat.

    Itu menekan greenback terhadap mata uang safe haven yen Jepang dan franc Swiss. Dolar AS juga sempat melemah terhadap euro, sebelum mengurangi kembali kerugiannya.

    "Mereka memiliki bagian yang cukup besar dari surat utang AS dan itu membuat pasar sedikit ketakutan dan telah membuat perdagangan dolar AS defensif terhadap beberapa mata uang utama lainnya," kata Kepala Strategi Valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets Bipan Rai, di Toronto

    Euro juga dapat diuntungkan terhadap dolar AS karena zona euro memiliki surplus neraca pembayaran, dan pada saat perang perdagangan, surplus mata uang cenderung cukup baik," kata Rai.

    Investor juga fokus pada apakah Trump akan mengenakan tarif pada mobil dan suku cadang impor karena pembicaraan berlanjut dengan Uni Eropa dan Jepang. Trump menerima laporan investigasi Bagian 232 pada Februari, secara luas diyakini telah menyimpulkan bahwa impor suku cadang mobil dan mobil berisiko bagi keamanan nasional.

    Masa pembahasan 90 hari presiden akan berakhir pada 18 Mei. "Pasar mengharapkan bahwa Pemerintah Trump akan memperpanjang batas waktu itu. Jika tidak ada indikasi bahwa mereka akan melihat ekuitas mendapat sedikit pukulan minggu ini," kata Rai.

    Sterling juga tergelincir ke tingkat terendah dalam dua minggu di tengah kekhawatiran bahwa parlemen Inggris akan gagal mencapai kesepakatan lintas partai tentang Brexit.

    Hingga 150 anggota parlemen dari oposisi Partai Buruh Inggris akan menolak perjanjian yang tidak termasuk dalam referendum, kata seorang anggota parlemen Partai Buruh yang disebut sebagai menteri bayangan Brexit, Keir Starmer kepada surat kabar Guardian.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id