Bursa Inggris Melonjak, Saham Roll-Royce Holding Naik 4,46%

    Antara - 06 November 2019 09:46 WIB
    Bursa Inggris Melonjak, Saham Roll-Royce Holding Naik 4,46%
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    London: Saham-saham Inggris ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London terangkat 0,25 persen atau 18,39 poin, menjadi 7.388,08 poin.

    Mengutip Antara, Rabu, 6 November 2019, Associated British Foods, sebuah perusahaan pemrosesan dan peritel makanan multinasional Inggris, melonjak 5,56 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi dari saham-saham unggulan.

    Diikuti oleh saham perusahaan multinasional asal Inggris Rolls-Royce Holdings yang mendesain, memproduksi, dan mendistribusikan mesin untuk pesawat dan lainnya, serta perusahaan manajemen aset multinasional Inggris Schroders, yang masing-masing terangkat 4,46 persen dan 4,26 persen.

    Sementara itu, Aveva Group, sebuah perusahaan teknologi informasi multinasional Inggris, menjadi pemain terburuk di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya kehilangan 2,73 persen. Disusul M&G, sebuah perusahaan manajer investasi internasional, turun 2,55 persen, serta United Utilities Group, sebuah perusahaan pengolahan air Inggris, turun 2,17 persen.

    Di sisi lain, Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) mencatat ekonomi Paman Sam hanya tumbuh 1,9 persen pada kuartal III-2019. Pencapaian itu lebih rendah dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dua persen pada kuartal II di tahun ini.
     
    "Pertumbuhan yang lebih lambat dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal ketiga mencerminkan perlambatan dalam pengeluaran konsumsi pribadi dan pengeluaran pemerintah, serta penurunan yang lebih besar dalam investasi tetap non-perumahan," ungkap Departemen Perdagangan AS.
     
    Pengeluaran konsumsi pribadi, yang menyumbang lebih dari dua pertiga dari ekonomi AS secara keseluruhan, tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,9 persen pada kuartal ketiga. Pencapaian itu lebih rendah dibandingkan dengan laju pertumbuhan 4,6 persen pada kuartal kedua.

    Investasi tetap non-perumahan, ukuran pengeluaran perusahaan untuk struktur dan peralatan, turun pada tingkat tahunan tiga persen pada kuartal ketiga, mengikuti kontraksi satu persen pada kuartal sebelumnya. Ekspor bersih berkurang 0,08 poin dari pertumbuhan PDB pada kuartal ketiga setelah memotong 0,68 poin pada kuartal sebelumnya.
     
    "Perdagangan menempatkan sedikit hambatan pada pertumbuhan di kuartal ketiga daripada pada kuartal kedua, untuk alasan yang salah. Ekspor dan impor keduanya rebound kurang dari yang diharapkan selama musim panas karena perdagangan global melambat," kata Kepala Ekonom Grant Thornton Diane Swonk.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id