Harga Minyak Dunia Lanjutkan Penguatan

    Angga Bratadharma - 22 November 2019 08:04 WIB
    Harga Minyak Dunia Lanjutkan Penguatan
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Julien MIVIELLE
    New York: Harga minyak dunia naik pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor terus mengamati meningkatnya gesekan geopolitik antara pemberontak Houthi Yaman dan koalisi pimpinan Saudi di Timur Tengah. Tidak ditampik, ketegangan tersebut turut memberikan dampak terhadap pergerakan pasar minyak dunia.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 22 November 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari naik USD1,57 menjadi USD58,58 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari naik USD1,57 menjadi USD63,97 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Pada Kamis waktu setempat, pemberontak Houthi Yaman mengatakan mereka menembak jatuh pesawat mata-mata di dekat perbatasan dengan Arab Saudi. Sebelumnya pada Rabu, mereka mengatakan mereka menembakkan rudal anti-pesawat untuk memaksa jet F-15 dari koalisi yang dipimpin Saudi atas provinsi Saada di utara.

    Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat berakhir lebih rendah atau tergelincir pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dikarenakan rilis data yang lemah. Di sisi lain, perang dagang yang masih berkecamuk antara AS dan Tiongkok tetap memberikan beban tersendiri yang memicu Wall Street sulit melambung bebas.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 54,80 poin atau 0,20 persen menjadi 27.766,29. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 4,92 poin atau 0,16 persen menjadi 3.103,54. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun 20,52 poin atau 0,24 persen menjadi 8.506,21.

    Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan real estat turun 1,39 persen, memimpin pelemahan. Sedangkan sektor energi ditutup naik sebanyak 1,63 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

    Di depan data, dalam pekan yang berakhir 16 November, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat 227 ribu, tidak berubah dari tingkat revisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch telah memperkirakan klaim baru dengan total 218 ribu setelah penyesuaian musiman.

    Angka itu juga mewakili level tertinggi sejak 22 Juni, menunjukkan beberapa pelemahan di pasar tenaga kerja. Sementara itu, indeks ekonomi utama untuk Amerika Serikat turun 0,1 persen pada Oktober menjadi 111,7, menyusul penurunan 0,2 persen pada September dan Agustus, menurut laporan oleh The Conference Board.

    "Penurunan ini didorong oleh pelemahan dalam pesanan baru untuk manufaktur, rata-rata jam mingguan, dan klaim asuransi pengangguran," kata Analis Senior The Conference Board Ataman Ozyildirim. Pedagang juga terus mengawasi pembaruan terkait perdagangan global.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id