Perang Dagang Berdampak Kecil bagi Tiongkok

    Arif Wicaksono - 26 Mei 2019 20:32 WIB
    Perang Dagang Berdampak Kecil bagi Tiongkok
    Tiongkok (AFP GREG BAKER)
    Beijing: Meningkatnya ketegangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok tidak akan menyelesaikan masalah apa pun.  Hal ini malah akan menciptakan volatilitas di pasar global dan merugikan ekonomi dunia menurut regulator keuangan utama Tiongkok.

    "Tarif AS yang lebih tinggi akan memiliki dampak 'sangat terbatas' pada ekonomi Tiongkok bahkan jika Trump menaikkan pungutan ke tingkat maksimum," kata Guo Shuqing, kepala regulator perbankan dan asuransi Tiongkok dalam sebuah forum di Beijing dikutip dari Straits Times, Minggu, 26 Mei 2019.

    Guo, yang juga Sekretaris Bank Rakyat China, adalah pejabat keuangan berperingkat tertinggi sejauh ini yang secara terbuka berkomentar tentang perang dagang sejak negosiasi bilateral memburuk awal bulan ini.

    Pidatonya memperingatkan spekulan bahwa anjloknya yuan akan menyebabkan mereka menderita kerugian besar. Selain itu, banyak ekspor Tiongkok  dapat diarahkan ke pasar domestik karena negara dengan salah satu perekonomian terbesar ini beralih ke ekonomi yang lebih didorong oleh konsumsi.

    "Tiongkok  juga akan menemukan pasar baru di luar negeri sambil terus mengirimkan banyak produk ke AS, karena importir akan bersedia untuk berbagi biaya tarif dan beberapa barang Tiongkok akan terbukti sulit untuk diganti," kata Guo.

    Ekonomi terbesar kedua di dunia itu menghadapi gangguan parah dari kenaikan tarif yang direncanakan Presiden AS Donald Trump atas barang-barangnya, dan ketidakpastian terkait yang diakibatkan oleh perang dagang yang semakin memburuk.

    Bank Rakyat Tiongkok telah memperingatkan bahwa ketegangan perdagangan dengan AS dapat mengganggu stabilitas ekonomi global.

    Pembatasan AS pada ekspor teknologi tinggi ke Tiongkok akan mendorong defisit perdagangan AS. Selain itu, anjloknya yuan yang disebabkan oleh perang perdagangan membuat pemerintah AS khawatir tentang efek penurunan tarif yang lebih tinggi.

    Dia menambahkan bahwa agak "konyol" bahwa negara-negara maju telah lama meminta fleksibilitas mata uang lebih banyak, tetapi ketika yuan Tingkat menjadi lebih berorientasi pasar, beberapa dari mereka menunjukkan ketakutan.

    Yuan Tiongkok merupakan mata uang dengan kinerja terburuk bulan ini. Namun perusahaan domestik dan orang-orang Tiongkok tidak panik tentang volatilitas, dan fundamental ekonomi Tiongkok  akan memastikan yuan tidak mengalami depresiasi dalam jangka panjang.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id