Fed Dinilai Perlu Kembali Pangkas Suku Bunga

    Angga Bratadharma - 05 Oktober 2019 17:02 WIB
    Fed Dinilai Perlu Kembali Pangkas Suku Bunga
    Gedung The Fed. AFP/Brendan Smialowski
    Chicago: Presiden dan Chief Executive Officer Federal Reserve Bank of Chicago Charles Evans berpikiran terbuka ketika ditanya tentang tingkat yang tepat untuk suku bunga Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Evans menyarankan pemotongan suku bunga lebih lanjut diperlukan jika hambatan ekonomi terus meningkat.

    Evans, yang terkenal karena pandangan dovish-nya di bank sentral AS, masih optimistis terhadap fundamental AS meskipun menghadapi sejumlah tantangan. Sebelumnya, Federal Reserve memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian AS termasuk memitigasi risiko yang bisa muncul.

    "Kami telah mengurangi suku bunga 50 basis poin dan saya pikir itu membantu memindahkan kami ke sikap akomodatif, lebih dari yang kami yakini. Tetapi itu bisa bergerak jika tantangan meningkat dan kita mungkin perlu melakukan lebih banyak (pemangkasan suku bunga)," kata Evans, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 5 Oktober 2019.

    Lebih lanjut, ia menilai, tingkat suku bunga acuan harus benar-benar ditempatkan pada kebijakan moneter yang tepat.  "Saat ini saya pikir kebijakan moneter yang tepat agak di bawah tingkat netral sehingga kami menyediakan akomodasi," ungkapnya.

    "Selama enam bulan terakhir kami memiliki lebih banyak tantangan untuk meningkatkan inflasi menjadi dua persen. Ada lebih banyak ketidakpastian, negosiasi perdagangan telah menantang, pertumbuhan Eropa dan Tiongkok telah melambat, sehingga tampaknya sikap yang lebih akomodatif adalah yang baik untuk AS," tambahnya.

    "Apa yang sudah kami lakukan mungkin sudah cukup. Saya berpikiran terbuka untuk saran yang mungkin kami butuhkan lebih banyak. Saat ini saya akan melihat data," ungkap Evans, seraya menambahkan bahwa data inflasi dan pasar tenaga kerja adalah metrik utama dalam kebijakan moneter.

    Komentar Evans muncul setelah Federal Reserve AS menyetujui pemotongan suku bunga seperempat poin sebelumnya pada September. Akan tetapi, ia menawarkan beberapa indikasi tentang apakah pengurangan lebih lanjut ada di depan atau tidak, dengan masing-masing pembuat kebijakan terbagi mengenai apa yang harus dilakukan selanjutnya.

    Pada Juli, Evans mengatakan, beberapa penurunan suku bunga diperlukan untuk mendapatkan tingkat inflasi di dekat target dua persen. The Fed sejak itu telah memangkas suku bunga utamanya pada Juli dan September -setara dengan total pemotongan 50 basis poin pada tahun ini. Adapun tingkat inflasi tahunan saat ini berada pada 1,7 persen.

    Sementara itu, the Fed dan Ketua Fed Jerome Powell masih mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump untuk memangkas suku bunga acuan lebih banyak guna merangsang ekonomi AS. Tidak main-main, Trump mengkritik Powell dan rekan-rekannya tidak punya nyali. Sejauh ini, Trump masih berharap pemangkasan suku bunga tetap terus terjadi.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id