The Fed Tahan Suku Bunga

    Ade Hapsari Lestarini - 12 Desember 2019 07:45 WIB
    The Fed Tahan Suku Bunga
    Ketua The Fed Jerome Powel. Foto: AFP.
    Washington: Federal Reserve AS mempertahankan suku bunganya setelah sebelumnya telah memotong suku bunga pada tiga pertemuan terakhir. Para pejabat menilai ada efek dari penurunan suku bunga ke ekonomi AS.

    Komite Pasar Terbuka Federal, komite pembuat kebijakan The Fed, memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk tingkat dana federal pada 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sesuai dengan harapan pasar.

    "Informasi yang diterima sejak Komite Pasar Terbuka Federal bertemu pada Oktober menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat dan bahwa kegiatan ekonomi telah meningkat pada tingkat yang moderat," kata The Fed dalam sebuah pernyataannya, seperti dilansir dari Xinhua, Kamis, 12 Desember 2019.

    The Fed menambahkan bahwa pengeluaran rumah tangga telah meningkat dengan kecepatan yang kuat, sementara sektor bisnis yakni investasi dan ekspor tetap lemah.

    "Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi, termasuk perkembangan global dan tekanan inflasi yang diredam, karena ini jalur yang tepat dari kisaran target untuk tingkat dana federal," kata pernyataan itu.

    Ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 2,1 persen pada kuartal ketiga tahun ini, sedikit naik dari tingkat pertumbuhan dua persen pada kuartal kedua. Namun perlambatan tajam terjadi pada pada kuartal pertama sebesar 3,1 persen, demikian laporan Departemen Perdagangan AS.

    The Fed telah menurunkan suku bunga tiga kali sejak Juli, di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan, kelemahan dalam pertumbuhan global, dan tekanan inflasi yang diredam.

    "Prospek ekonomi kami tetap baik meskipun ada perkembangan global dan risiko yang berkelanjutan," kata Ketua Fed Jerome Powell kepada wartawan pada konferensi pers Rabu sore.

    "Dengan keputusan kami sepanjang tahun lalu, kami percaya bahwa kebijakan moneter diposisikan dengan baik untuk melayani rakyat Amerika," kata Powell, menambahkan sikap kebijakan moneter saat ini kemungkinan akan tetap sesuai selama ekonomi AS tetap sesuai jalur.

    Perkiraan median untuk suku bunga dana federal adalah 1,6 persen pada akhir 2020, menunjukkan tidak ada penurunan suku bunga atau kenaikan pada 2020, menurut perkiraan suku bunga pejabat Fed yang dirilis pada Rabu.

    "The Fed sekarang cukup dovish dan kemungkinan perubahan target inflasi pada 2020 ini menjadi pertanda baik untuk investasi aset berisiko. Powell hanya mencatat bagaimana kebijakan akomodatif," tutur Joseph Brusuelas, kepala ekonom dengan RSM US LLP, sebuah perusahaan audit, pajak dan konsultasi, tweeted Rabu sore, mencatat The Fed sangat menyiratkan tidak ada kenaikan suku bunga pada 2020.

    "Ambang batas untuk kenaikan suku bunga masih jauh lebih tinggi dari ambang batas untuk penurunan suku bunga. Powell menggarisbawahi bahwa dia masih melihat kelonggaran dalam perekonomian," tambah Diane Swonk, kepala ekonom di Grant Thornton, sebuah perusahaan akuntansi besar.

    Dirinya masih mengharapkan setidaknya ada satu pemotongan suku bunga tahun depan. Namun, mayoritas dari 31 ekonom yang baru-baru ini disurvei oleh Bloomberg berharap bahwa pejabat Fed tidak akan membiarkan pemilihan presiden 2020 memengaruhi keputusan kebijakan moneter mereka dan akan mempertahankan suku bunga untuk dua tahun ke depan.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id