Bursa Saham AS Merekah

    Angga Bratadharma - 19 November 2019 07:15 WIB
    Bursa Saham AS Merekah
    Ilustrasi. FOTO: Stan Honda/AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), setelah perdagangan yang fluktuatif karena Wall Street menunggu lebih banyak pembaruan mengenai perdagangan global. Adapun negosiasi dagang AS dan Tiongkok kembali bermasalah dan lagi-lagi memicu kekhawatiran di pasar saham.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 19 November 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 31,33 poin atau 0,11 persen menjadi 28.036,22. Sedangkan S&P 500 naik 1,57 poin atau 0,05 persen menjadi 3.122,03. Sementara indeks Komposit Nasdaq naik 9,11 poin atau 0,11 persen menjadi 8.549,94.

    Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan konsumen dan real estat masing-masing naik 0,54 persen dan 0,5 persen. Sektor energi ditutup turun sebanyak 1,33 persen, di antara kelompok dengan kinerja terburuk.

    Di depan data, ukuran bulanan kepercayaan homebuilder AS tergelincir sedikit bulan ini. Kepercayaan pembangun di pasar untuk rumah keluarga tunggal yang baru dibangun turun satu poin menjadi 70 pada November, menurut Asosiasi Pasar Pembangun Rumah/Wells Fargo Housing Index (HMI) terbaru.

    Sementara itu, negosiasi perdagangan berisiko tinggi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kembali mengalami masalah ketika kedua negara berusaha untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan terbatas. Tidak dipungkiri, kondisi tersebut bakal menghilangkan angin segar di pasar keuangan dan pasar saham yang kini perlahan mulai membaik.
     
    "AS berusaha untuk mengamankan konsesi yang lebih kuat dari Tiongkok untuk mengatur perlindungan kekayaan intelektual dan guna menghentikan praktik transfer teknologi paksa sebagai imbalan untuk menarik kembali beberapa tarif," mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
     
    Kedua belah pihak mengalami kebuntuan meski mereka mengatakan pada prinsipnya memiliki kesepakatan perjanjian kurang dari sebulan yang lalu. The Wall Street Journal pertama kali melaporkan hambatan dalam pembicaraan perdagangan, dengan Tiongkok ragu untuk berkomitmen atas sejumlah produk pertanian tertentu dalam teks kesepakatan potensial.

    Adapun Tiongkok dilaporkan telah setuju untuk membeli hingga USD50 miliar barang-barang pertanian AS sebagai bagian dari apa yang disebut kesepakatan perdagangan fase satu, Presiden Donald Trump mengklaim bulan lalu. Sedangkan pasar saham dengan cepat merespons laporan berita tersebut.
     
    Sementara kedua negara mencapai gencatan senjata pada bulan lalu dan mulai bekerja untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan terbatas yang diperkirakan ditandatangani akhir bulan ini. Tiongkok bersikeras untuk mencabut tarif yang ada sebagai bagian dari kesepakatan itu, tetapi AS telah menunjukkan oposisi terhadap penghapusan tersebut.
     
    Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan tidak akan ada penyesuaian tarif sampai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok dibuat. Dia menambahkan kedua belah pihak telah membuat kemajuan dalam pencurian kekayaan intelektual, layanan keuangan, stabilitas mata uang, komoditas, dan pertanian.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id