Penundaan Kesepakatan Dagang Sampai Pilpres Selesai Untungkan AS

    Medcom - 07 Desember 2019 16:01 WIB
    Penundaan Kesepakatan Dagang Sampai Pilpres Selesai Untungkan AS
    Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross. FOTO: AFP/Nhac NGUYEN
    New York: Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross mengatakan menunggu sampai setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020 untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok bisa menghilangkan beberapa kemampuan Beijing untuk menekan AS. Meski demikian, tetap ada harapan agar kesepakatan dagang bisa tercapai demi kepentingan bersama.

    "Itu menghilangkan sesuatu yang berkaitan dengan pengaruh. Karena begitu pemilihan terjadi -dan Presiden berada dalam kondisi yang sangat baik untuk pemilihan- setelah itu terjadi dan dia (Trump) kembali, itu bukan lagi gangguan yang dapat mengurangi posisi negosiasi kita," kata Ross, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 7 November 2019.

    Komentar Ross memperkuat pernyataan sebelumnya dari Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan dagang sesudah Pilpres 2020. Presiden Trump menyatakan bahwa dalam beberapa hal dirinya lebih menyukai gagasan menunggu sampai Pilpres selesai untuk mencapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok.

    Lebih lanjut, Ross mengharapkan pembicaraan perdagangan tingkat staf antara AS dan Tiongkok akan berlanjut yang harapannya bisa menyepakati beberapa hal. Namun, ia menegaskan, tidak ada diskusi tingkat tinggi antara dua ekonomi terbesar dunia yang dijadwalkan sebelum batas waktu 15 Desember.

    Pada KTT NATO di London, Trump mengaku tidak memiliki tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan dengan Tiongkok. Ross menambahkan penting bagi Presiden untuk menjelaskan bahwa dia tidak punya waktu untuk menyelesaikan perjanjian. Kondisi itu memperkuat posisi AS ketika sedang bernegosiasi dengan Tiongkok.

    "Tujuan Presiden selalu untuk mendapatkan kesepakatan yang benar secara independen dari kapan atau hal lain seperti itu. Jadi tujuannya tidak berubah. Dan jika kita tidak memiliki kesepakatan, dia sangat senang untuk melanjutkan tarif seperti yang kita miliki," tegas Ross.

    Sementara itu, Federal Reserve Amerika Serikat memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan melemah pada kuartal keempat 2019 karena pebisnis pesimistis akibat adanya ketidakpastian perdagangan. Ada harapan agar perselisihan dagang yang sedang terjadi antara Washington dengan Beijing bisa segera berhenti.
     
    "Salah satu alasan kuartal keempat akan menjadi lemah, kami percaya, mungkin penyesuaian inventaris yang signifikan, yang mungkin sebanyak setengah persen atau lebih dari pertumbuhan PDB," kata Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Robert Kaplan.
     
    "Berarti orang-orang telah mengacaukan (adanya ketidakpastian perdagangan). Dan mungkin alasan mereka mengalah adalah ada banyak pesimisme selama beberapa bulan terakhir tentang, Anda tahu, prospek pertumbuhan masa depan," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id