Bursa Saham AS Parkir di Area Negatif

    Angga Bratadharma - 19 Oktober 2019 07:34 WIB
    Bursa Saham AS Parkir di Area Negatif
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih rendah pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi karena Wall Street mencerna sejumlah hasil kinerja keuangan perusahaan dan berita perusahaan yang beragam di minggu pertama musim pendapatan kuartal ketiga.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 19 Oktober 2019, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 255,68 poin atau 0,95 persen menjadi 26.770,20. Sedangkan S&P 500 turun 11,75 poin atau 0,39 persen menjadi 2.986,20. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun 67,31 poin, atau 0,83 persen, menjadi 8.089,54.

    Sebanyak enam dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih rendah di sekitar bel penutupan, dengan sektor industri turun 0,72 persen. Saham Johnson & Johnson turun 6,22 persen, membebani saham unggulan di Dow Jones Industrial Average, di tengah berita bahwa perusahaan telah menarik bedak bayi.

    Perusahaan mengatakan telah bekerja sama dengan Food and Drug Administration dalam penyelidikan yang relevan. Sedangkan saham Coca-Cola naik 1,84 persen, setelah raksasa minuman melaporkan pendapatan yang lebih kuat dari yang diperkirakan pada kuartal ketiga. Itu juga meningkatkan pedoman pendapatan untuk 2019.

    Sejauh ini, di antara lebih dari 70 perusahaan S&P 500 yang merilis pendapatan kuartalan, sebanyak 81 persen mencatatkan hasil di atas ekspektasi pasar, menurut FactSet. Namun, analis memperkirakan, keseluruhan pendapatan S&P 500 untuk kuartal ketiga akan menyusut 3,1 persen, menurut penyedia data keuangan Refinitiv.

    Sementara itu, ketegangan perdagangan telah menciptakan komplikasi bagi ekonomi Amerika Serikat dan merusak kesejahteraan petani, terutama bagi mereka yang menanam kedelai, kata pejabat Federal Reserve AS.
     
    "Banyak pebisnis yang saya temui mengatakan mereka khawatir dengan perdagangan dan tarif," kata Presiden dan Kepala Eksekutif Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari.
     
    Kashkari percaya efek dari konflik perdagangan antara AS dan mitra dagang utamanya adalah rumit, dan kesulitan sebenarnya terletak pada psikologi. Pebisnis akan menarik kembali investasi mereka karena ketidakpastian yang dipicu oleh kekhawatiran tarif dan ketegangan perdagangan, kata pejabat itu, seraya mencatat bahwa itu bisa bersifat disinflasi.
     
    "Jika semua orang mundur pada saat yang sama, itu adalah efek potensial yang jauh lebih besar, tetapi itu juga efek yang pada dasarnya kita tidak tahu bagaimana modelnya," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id