Konflik Dagang AS-Tiongkok Rusak Kepercayaan Investor

    Angga Bratadharma - 01 Juni 2019 12:01 WIB
    Konflik Dagang AS-Tiongkok Rusak Kepercayaan Investor
    Ilustrasi (AFP/Ed Jones)
    New York: CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon mengatakan sengketa perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang kian meningkat adalah masalah nyata yang dapat merusak kepercayaan perusahaan. Kondisi itu bukan tidak mungkin bisa memberikan efek negatif terhadap pertumbuhan investasi.

    "Saya pikir perdagangan adalah masalah nyata. Perdagangan telah berubah dari pertempuran yang jauh lebih penting dari itu. Jika ini berjalan ke cara yang buruk maka mengubah orang yang mau berinvestasi," kata Dimon, dalam sebuah konferensi di New York, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 1 Juni 2019.

    Dimon, menjabat CEO dengan waktu terpanjang di antara bank-bank AS terbesar, menjawab pertanyaan tentang risiko yang dapat mengakhiri ekspansi ekonomi saat ini. Sementara pertumbuhan AS, lanjutnya, bisa berada di laju terakhir pertumbuhannya dan periode itu bisa berlangsung bertahun-tahun.

    "Anda sudah melihat bisnis mulai berpikir tentang memindahkan jalur pasokan dan hal-hal seperti itu. Itu jelas dapat memperlambat investasi bisnis dan menyebabkan ketidakpastian semua jenis," tukasnya.

    Sementara itu, Tiongkok mengecam Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo. Kecaman itu datang karena Pompeo dianggap mengarang rumor setelah dia mengatakan kepala eksekutif Huawei Technologies Tiongkok berbohong tentang hubungan perusahaannya dengan Pemerintah Beijing.
     
    Amerika Serikat menempatkan Huawei pada daftar hitam perdagangan minggu lalu, secara efektif melarang perusahaan AS melakukan bisnis dengan pembuat peralatan jaringan telekomunikasi terbesar di dunia dan meningkatkan pertempuran perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.
     
    Pompeo, berbicara dalam sebuah wawancara di CNBC, menolak pernyataan CEO Huawei Ren Zhengfei bahwa perusahaannya tidak akan pernah berbagi rahasia pengguna. Namun, Pompeo percaya akan lebih banyak perusahaan Amerika yang memutuskan hubungan dengan raksasa teknologi itu.

    "Baru-baru ini, beberapa politisi AS terus-menerus mengarang rumor tentang Huawei tetapi tidak pernah menghasilkan bukti yang jelas bahwa negara telah memintanya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang, ketika ditanya tentang pernyataan Pompeo.
     
    Amerika Serikat telah mengerahkan sekutu-sekutunya dan membujuk mereka agar tidak menggunakan Huawei untuk jaringan 5G, dengan alasan masalah keamanan. Lu mengatakan Pemerintah AS memprovokasi kecurigaan di publik AS untuk membingungkan dan menghasut oposisi.
     
    "Di dalam negeri Amerika Serikat semakin banyak keraguan tentang perang perdagangan yang telah diprovokasi AS dengan Tiongkok, gejolak pasar yang disebabkan oleh perang teknologi dan penghalang kerja sama industri," pungkas Kang.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id