Trump Minta Suku Bunga Acuan Dipangkas Jadi 0%

    Annisa ayu artanti - 14 September 2019 17:01 WIB
    Trump Minta Suku Bunga Acuan Dipangkas Jadi 0%
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP/Josh Edelson
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melakukan serangan verbal terhadap Federal Reserve melalui cuitannya di Twitter. Kali ini, Trump menuduh bank sentral AS penyebab perlambatan ekonomi dan meminta memangkas suku bunga acuan menjadi nol persen atau menetapkan suku bunga acuan di angka negatif.

    "Federal Reserve harus menurunkan suku bunga kami menjadi nol (persen), atau kurang (menjadi negatif). Dan kami kemudian harus mulai membiayai kembali utang kami. Biaya bunga bisa diseret ke bawah, sementara pada saat yang sama bisa memperpanjang jangka waktu," kata Trump, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 14 September 2019.

    Trump menilai negara harus membiayai kembali beban utangnya dengan AS memiliki utang sebesar USD22,5 triliun dan sebanyak USD16,7 triliun adalah utang publik. Beban utang itu telah tumbuh sebanyak USD2,6 triliun atau setara 13 persen di bawah Trump, sebagian karena pemotongan pajak di 2017 yang dilakukan Trump melalui Kongres.

    "Itu tidak layak dan bisa menjadi masalah yang signifikan bagi investor, pasar keuangan dan akhirnya ekonomi. Utang itu tidak bisa dibayar di muka. Ada hubungan kontraktual yang dimiliki perbendaharaan dengan investor. Ini bukan hipotek, ini adalah utang dari surat utang Pemerintah AS," kata Kepala Ekonom Moody's Analytics Mark Zandi.

    "Saya pikir itu akan sangat mengganggu pasar keuangan, dan suku bunga akhirnya akan naik, bukan turun," tambahnya.

    Terkait keinginan Trump agar the Fed memangkas suku bunga acuan menjadi nol persen atau negatif, Zandi menilai, tidak ada manfaat banyak jika hal itu terjadi. "Pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri adalah jika kita turun ke nol (persen) dan kita benar-benar mengalami resesi, lalu apa?" tegasnya.

    Sebelumnya, The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Federal Reserve diperkirakan memangkas suku bunga acuan seperempat poin kembali ketika mengadakan pertemuan berikutnya dalam dua minggu. Langkah itu dilakukan di tengah prospek ekonomi global yang semakin tidak menentu dengan WSJ mengutip pandangan para pejabat publik.
     
    Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memangkas suku bunga acuan seperempat poin untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade pada pertemuan terakhirnya, tetapi beberapa pedagang dan investor telah mengisyaratkan mereka menginginkan pengurangan yang lebih dalam dan siklus pemotongan suku bunga yang lebih agresif.
     
    Adapun Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak ditampik terus menekan the Fed agar lebih banyak memangkas suku bunga acuannya. Trump mengatakan pada Agustus lalu bahwa the Fed harus memangkas suku bunga acuan setidaknya satu persen.

    Namun WSJ mengatakan pemangkasan setengah poin tidak mendapatkan dukungan dari para pejabat the Fed. Sementara Presiden Federal Reserve St Louis James Bullard mengatakan the Fed harus memangkas suku bunga setengah persen pada pertemuan berikutnya untuk melampaui ekspektasi pasar keuangan dan perang perdagangan global.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id