Dolar AS Melonjak

    Antara - 19 Februari 2020 07:53 WIB
    Dolar AS Melonjak
    Ilustrasi. Foto: AFP.
    New York: Kurs dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam hampir tiga tahun terhadap euro pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Euro tertekan oleh survei Jerman yang menunjukkan kepercayaan investor merosot di ekonomi terbesar Eropa tersebut.

    Euro melemah 0,38 persen terhadap dolar pada 1,0793 dolar, penurunan pertama di bawah level 1,08 dolar sejak April 2017.

    Pada Selasa, lembaga penelitian ZEW Jerman mengatakan dalam survei bulanannya bahwa kepercayaan investor memburuk lebih dari yang diperkirakan pada Februari, di tengah kekhawatiran virus korona akan menggerus perdagangan dunia.

    Survei menambah ekspektasi bahwa ekonomi Jerman akan kehilangan lebih banyak momentum di paruh pertama tahun ini karena ekspor yang merosot membuat produsen terperosok dalam resesi.

    "Skala erosi dalam kepercayaan berpotensi menentukan tahap hasil yang sama buruk pada Jumat, 21 Februari 2020, ketika Jerman dan zona euro mengeluarkan survei PMI awal," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.

    Beberapa ekonom khawatir virus korona, yang dimulai di Tiongkok dan berdampak pada rantai pasokan global serta permintaan Tiongkok, dapat mengakibatkan pertumbuhan Jerman yang lebih lemah di kuartal pertama.

    Euro telah kehilangan sekitar 3,7 persen dari nilainya terhadap dolar AS tahun ini, kinerja terburuk dalam lima tahun terakhir.

    Data kawasan euro yang buruk telah mendorong spekulasi bahwa kebijakan moneter akan tetap lebih longgar untuk lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya.

    Namun demikian, ekonomi AS telah terbukti lebih tangguh daripada bagian dunia lainnya, menjaga dolar pada tertinggi empat setengah bulan terhadap sekeranjang mata uang. Aset-aset safe-haven lainnya seperti franc Swiss dan yen Jepang juga diuntungkan.

    "Hanya ketika masalah virus mereda dan dampak dari semua stimulus di seluruh dunia mulai menjadi nyata, kita akan melihat tekanan turun pada dolar AS," kata Brad Bechtel, direktur pelaksana, Jefferies di New York, dalam catatannya.

    Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) diperkirakan akan mengeluarkan risalah dari pertemuan 28-29 Januari pada Rabu waktu setempat.

    Spekulan meningkatkan posisi net long dolar mereka dalam minggu terakhir. Yuan yang diperdagangkan di luar negeri melemah 0,3 persen ke level terendah delapan hari di 7,0109 terhadap dolar AS.

    Crown Norwegia, berkorelasi erat dengan pertumbuhan dan perdagangan global, jatuh ke level terendah dalam 19 tahun ke 9,3378 terhadap dolar AS atau melemah 0,8 persen pada hari itu.
    Sementara terhadap greenback, dolar Australia melemah 0,4 persen dan dolar Selandia Baru turun 0,78 persen. Mata uang sensitif risiko ini tersentak lebih rendah karena peringatan produksi dari Apple menyoroti kerugian ekonomi yang meningkat dari virus korona dan menakuti investor di seluruh Asia.

    Sedangkan poundsterling sedikit berubah 1,2997 dolar setelah menteri keuangan baru Inggris mengatakan ia akan memberikan anggaran seperti yang direncanakan dalam tiga minggu, sementara euro yang secara luas lebih lemah juga mendukung mata uang Inggris.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id