Fed: Tarif dan Perdagangan Tetap Risiko Terbesar AS

    Angga Bratadharma - 23 November 2019 19:01 WIB
    Fed: Tarif dan Perdagangan Tetap Risiko Terbesar AS
    Gedung The Fed. FOTO: Brendan Smialowski/AFP
    Washington: Federal Reserve Amerika Serikat (AS) menyebut risiko terbesar ekonomi AS secara keseluruhan tetap berkaitan dengan tarif tinggi dan kondisi perdagangan karena memberikan efek negatif terhadap berkurangnya laju investasi. Ada harapan agar perang tarif yang sedang terjadi bisa segera terhenti guna memberi katalis positif bagi perdagangan.

    "Saat ini, secara keseluruhan, skenario kasus dasar saya adalah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, saya tidak memperkirakan resesi," kata Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari, dalam sebuah acara di Minnesota Chamber of Commerce, seperti dikutip Xinhua, Sabtu, 23 November 2019.

    "Tapi ada risiko di cakrawala, risiko terbesar berada di sekitar tarif dan perdagangan serta ketidakpastian," tambahnya.

    Meski demikian, Kashkari menambahkan, konsumen AS masih cukup kuat dengan tingkat upah meningkat. Selain itu, lanjutnya, indikator perekonomian ke depan sedikit lebih berhati-hati karena bisnis telah menarik kembali investasi mereka.

    "Kami melihat ini secara regional, kami melihat ini secara nasional, bisnis gelisah tentang masa depan, terutama yang terpapar ekonomi global," tuturnya.

    Kashkari percaya investasi bisnis dapat meningkat jika ada resolusi dalam perang perdagangan. Dalam konteks ini, diharapkan AS dan Tiongkok bisa segera mencapai kata sepakat. Pasalnya, perang dagang yang terjadi di antara kedua negara telah memberikan efek negatif terhadap perekonomian dunia.

    "Mudah-mudahan jika ada resolusi dalam perang perdagangan dan tarif, yang akan memberi bisnis lebih percaya diri, Anda akan melihat lebih banyak investasi dan yang dapat mengarah pada pertumbuhan yang lebih kuat di masa depan," ucapnya.

    Pertumbuhan ekonomi AS melambat ke tingkat tahunan sebesar 1,9 persen pada kuartal ketiga tahun ini, sebagian karena ketegangan perdagangan. Pencapaian itu lebih rendah dari tingkat pertumbuhan dua persen pada kuartal kedua dan tingkat pertumbuhan 3,1 persen pada kuartal pertama.

    Sedangkan the Fed telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali sejak Juli, di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan, pelemahan dalam pertumbuhan ekonomi global dan tekanan inflasi yang diredam.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id