Presiden Kuba Copot Menteri Keuangan

    10 Januari 2019 12:40 WIB
    Presiden Kuba Copot Menteri Keuangan
    Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. (FOTO: AFP)
    Havana: Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel pekan ini mengganti menteri transportasi dan keuangannya dalam perombakan kabinet pertamanya sejak membentuk pemerintahan pada Juli.

    Perombakan ini terjadi di tengah krisis dana tunai serta berkembangnya kekecewaan terhadap sektor transportasi di negara pulau tersebut.
    Media pemerintah Kuba pada Rabu mengatakan bahwa Menteri Transportasi Adel Yzquierdo (73) dan Menteri Keuangan Lina Pedraza (63) telah dibebastugaskan dari peran mereka tanpa memberikan rincian alasan, seraya menambahkan bahwa mereka akan diberi tanggung jawab lain.

    Mengutip Antara, Kamis, 10 Januari 2019, keduanya sebelumnya ditunjuk oleh mantan presiden Raul Castro dalam mandat yang diemban selama 10 tahun dan peran mereka dikuatkan kembali oleh Diaz-Canel, yang mengambil alih jabatan itu dari Castro (87) pada April.

    Mereka akan digantikan oleh wakil menteri di kementerian masing-masing, Eduardo Rodriguez (52) dan Meisi Bolanos (48). Sejumlah warga Kuba mempertanyakan pengangkatan keduanya yang dianggap telah gagal dalam menjalankan strategi mereka.

    Transportasi merupakan salah satu masalah utama warga Kuba yang tinggal di ibu kota, dengan sejumlah aturan baru yang sebagian besar mengurangi jumlah angkutan kota di jalanan dan lebih lanjut memicu masalah dalam sistem transportasi publik.

    Banyak warga Kuba mengatakan kesulitan untuk mengakses angkutan tersebut dan memakan waktu jauh lebih lama serta biaya lebih besar untuk sampai ke tempat tujuan.

    "Transportasinya sangat mengecewakan," ujar Maritza Carrion, yang tengah menunggu bus di distrik bisnis Vedado.

    Di salah satu penampilan publik terakhirnya, Yzquierdo menyampaikan melalui televisi pemerintah pada Desember bahwa Kuba mengimpor ratusan minibus dan bus untuk mengatasi kelangkaan transportasi.

    Pemerintahan tersebut telah secara berkala melakukan hal itu sebelumnya, yang sebagian hanya mampu mengatasi kelangkaan transportasi cukup kronis untuk sementara waktu.

    Sementara itu, maskapai nasional Kuba, Cubana, telah mengurangi penerbangan sepanjang tahun lalu akibat kekurangan pesawat yang menurut mereka diakibatkan oleh embargo perdagangan Amerika Serikat (AS) selama beberapa dekade.

    Mereka juga menghadapi isu kecelakaan pesawat yang menewaskan 112 orang, insiden paling mematikan yang mereka hadapi dalam hampir 30 tahun, beberapa pekan setelah Diaz-Canel menjabat.

    "Yang kita butuhkan adalah solusi nyata karena sudah hampir 60 tahun transportasi kita mengalami ketertinggalan," ujar Yadier Osorio (41).

    "Pemerintah masih belum menemukan solusi." Berdasarkan artikel di situs web pemerintah, Cubadebate, terkait perubahan kabinet tersebut, banyak pembaca menyerukan transparansi yang lebih jelas atas keputusan tersebut. Akses Internet yang terus berkembang mendorong perdebatan publik yang kian ramai di media online dan mendorong masyarakat untuk menuntut pertanggungjawaban pejabat dalam banyak kasus.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id