AS Prediksi Adanya Kunjungan Negosiator Dagang Tiongkok

11 Januari 2019 19:13 wib
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Donald
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS Donald Trump. (FOTO: AFP)

Beijing: Pejabat Amerika Serikat (AS) memperkirakan kemungkinan kunjungan perunding dagang tertinggi Tiongkok ke Washington bulan ini.

Mereka mengisyaratkan bahwa pembahasan tingkat lebih tinggi mungkin akan menindaklanjuti perundingan dengan pejabat tingkat menengah di Beijing pekan ini, di tengah upaya kedua negara untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang tarif.

"Wakil Perdana Menteri Liu He sangat mungkin akan datang dan mengunjungi kami akhir bulan ini dan saya berharap penutupan pemerintahan tidak akan memberikan dampak," ujar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin kepada wartawan di Washington, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 11 Januari 2019.

"Kami akan melanjutkan pertemuan ini setelah kami mengirim delegasi ke Tiongkok."

Pemerintah AS sudah memasuki hari ke-20 penutupan sebagian, saat Presiden Donald Trump, yang merupakan tokoh Republik, dan Kongres -yang didominasi partai Demokrat- terlibat sengketa atas pendanaan dan keinginan Trump untuk membangun dinding di perbatasan AS-Meksiko.

Beberapa orang yang mengetahui perundingan di Beijing pada Kamis mengungkapkan harapan bahwa Liu akan melanjutkan perundingan dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Mnuchin.

Perundingan di tingkat tersebut dipandang sebagai hal penting untuk membuat keputusan penting guna meredakan perang dagang, yang telah mengganggu arus barang bernilai ratusan miliar dolar dan mendera pasar global.

Trump menuntut ketentuan dagang lebih baik dengan Tiongkok, dan AS menekan Beijing untuk mengatasi masalah yang akan menuntut perubahan struktural seperti pencurian kekayaan intelektual, pemindahan teknologi secara paksa dan hambatan nontarif lainnya.

Trump pada Kamis mengatakan AS sudah "sangat berhasil" dalam perundingan dagangnya dengan Tiongkok. Juru bicara kantor Lighthizer menolak berkomentar. Setelah memasuki lebih dari setengah periode penghentian perang dagang AS-Tiongkok selama 90 hari yang disetujui pada 1 Desember, ketika Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu di KTT G20 di Argentina, hanya ada sedikit perincian terkait perkembangan yang sudah dicapai.

Trump berjanji akan menaikkan tarif impor Tiongkok senilai USD200 miliar (sekitar Rp2,81 kuadriliun) pada 2 Maret jika Tiongkok tidak mengambil langkah untuk melindungi hak kekayaan intelektual AS, mengakhiri kebijakan yang memaksa perusahaan AS memindahkan teknologi ke mitra Tiongkok, memungkinan lebih banyak akses pasar bagi pengusaha AS dan mengurangi hambatan nontarif lain bagi produk-produk AS.

Tenggat waktu tersebut terlihat cukup tergesa-gesa, tetapi kelanjutan negosiasi langsung telah meningkatkan harapan tercapainya sebuah kesepakatan.

"Kami telah mempertemukan kembali kedua belah pihak ke meja perundingan. Itu cukup menyenangkan," ujar Myron Brilliant, yang merupakan kepala urusan internasional Kamar Dagang AS, saat berbicara kepada wartawan di sebuah acara pada Kamis.

Kementerian Perdagangan Tiongkok pada Kamis mengatakan bahwa konsultasi tambahan dengan AS sedang diatur setelah Beijing merundingkan penanganan isu struktural dan membantu menguatkan dasar untuk mengatasi kekhawatiran AS dan Tiongkok.

Juru bicara Kementerian Perdagangan Gao Feng mengatakan kepada wartawan bahwa kedua belah pihak terlihat cukup "serius" dan "jujur." Saat ditanya tentang sikap AS dalam isu seperti pemindahan teknologi secara paksa, hak kekayaan intelektual, hambatan nontarif dan serangan siber, dan apakah Tiongkok yakin mereka dapat mencapai kesepakatan dengan AS, Gao mengatakan isu tersebut merupakan "bagian penting" perundingan Beijing.

"Sudah ada perkembangan dalam hal ini," katanya tanpa memberi perincian lebih lanjut.

Tiongkok berulang kali mengesampingkan keluhan terkait pelanggaran hak kekayaan intelektual, dan menolak tudingan bahwa perusahaan asing menghadapi pemindahan teknologi secara paksa.

Kebuntuan Sengit

Pembahasan terkait isu tersebut merupakan bagian dari perundingan yang mencakup banyak aspek, kata beberapa orang di Washington yang mengetahui diskusi tersebut.

Pejabat Tiongkok mendengarkan "dengan baik" keluhan AS, kata mereka, tetapi menanggapinya dengan mengatakan bahwa AS telah salah paham dalam beberapa isu, tetapi beberapa isu lainnya dapat diatasi.

"Ini merupakan kebuntuan yang cukup sengit," ujar satu orang yang mengetahui diskusi tersebut. Tiongkok mengatakan mereka tidak akan menyerah pada beberapa isu yang mereka anggap penting.

Pada Rabu, kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan pejabat dari kedua belah pihak mendiskusikan "beberapa cara untuk mencapai hubungan dagang yang adil, menguntungkan dan seimbang," dan fokus terhadap janji Tiongkok untuk membeli produk dan jasa di sektor pertanian, energi, manufaktur dan lainnya dalam jumlah besar dari AS."

Lembaga perdagangan AS tersebut mengatakan perundingan tersebut juga fokus pada beberapa cara untuk memastikan pelaksanaan komitmen yang dibuat AS kepada AS.

Pengambilan Langkah Pejabat AS dan Tiongkok membuat kemajuan lebih baik dalam mengatasi beberapa isu seperti menempa rincian terkait janji Tiongkok untuk membeli barang-barang dan jasa AS di sektor pertanian, energi dan manufaktur "dalam jumlah besar, kata sumber.

Setelah Trump dan Xi bertemu, Tiongkok melanjutkan pembelian kedelai AS. Pembelian menurun setelah China memberlakukan bea impor sebesar 25 persen terhadap pengiriman tanaman penghasil minyak sayur AS pada 6 Juli untuk menanggapi pemberlakuan tarif AS.

Tiongkok juga memangkas tarif terhadap mobil AS, mengurungkan rencana pengembangan industri yang dikenal sebagai "Buatan Tiongkok 2025" dan menurunkan pembelian lebih banyak minyak AS.

Pada awal pekan ini, Tiongkok menyetujui impor lima tanaman rekayasa genetika, yang pertama dalam sekitar 18 bulan, yang dapat meningkatkan pembelian mereka terhadap biji-bijian dari luar negeri dan meredam tekanan AS guna membuka pasarnya bagi produk-produk pertanian yang lebih banyak lagi.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.