Tiongkok Dipaksa Pikirkan Kembali Hubungan Ekonomi dengan AS

    25 Mei 2019 17:02 WIB
    Tiongkok Dipaksa Pikirkan Kembali Hubungan Ekonomi dengan AS
    Ilustrasi (Mark Ralston/AFP)
    Hong Kong: South China Morning Post melaporkan Tiongkok sedang menjajaki aksi yang lebih drastis sebagai hasil dari pertarungan dagangnya dengan Amerika Serikat (AS). Bahkan, Tiongkok terbuka untuk melanjutkan kembali perundingan perdagangan demi kepentingan ekonomi, termasuk memitigasi risiko.

    "Penasihat pemerintah sekarang menyoroti risiko sumber pasokan penting dari AS yang semakin bermusuhan. Dan sedang menjajaki cara-cara bagi negara itu untuk mengurangi paparannya ke AS," kata surat kabar itu, mengutip Peneliti Tiongkok, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 25 Mei 2019.

    Artikel itu berjudul, "Perang Perdagangan Donald Trump dan Larangan Huawei Mendorong Tiongkok untuk Memikirkan Kembali Hubungan Ekonomi dengan AS". Dan Tiongkok sedang mempertimbangkan untuk memotong pembelian gas alam dari AS sebagai bagian dari gerakan ini, kata surat kabar itu.

    "Gagasan bahwa Tiongkok harus membeli gas alam dalam jumlah besar dari AS harus ditinjau kembali," kata Rekan Senior Akademi Ilmu Sosial Tiongkok Wang Yongzhong, sebuah lembaga think tank pemerintah, mengatakan kepada surat kabar yang berbasis di Hong Kong.

    Langkah ini dilakukan setelah tindakan terbaru Presiden Donald Trump mencekik Huawei, secara efektif menghentikan kemampuannya untuk membeli suku cadang dan komponen buatan Amerika. Tiongkok sekarang mengancam untuk menghentikan pendanaan industri di mana kedua negara telah melakukan kesepakatan yang cukup besar.

    "Pada 2017, Tiongkok setuju untuk mendanai proyek gas alam di Alaska senilai USD43 miliar," kata South China Morning Post.

    "Tiongkok mungkin harus membatasi pasokan AS sebesar 10 atau 15 persen dari pembelian di luar negeri demi keamanan rantai pasokan. Bagaimana jika pasokan (energi termasuk gas alam cair dan minyak mentah) terputus tiba-tiba, seperti yang telah kita lihat dalam kasus Huawei?" kata Wang, yang memiliki spesialisasi dalam keamanan pasokan energi Tiongkok.

    South China Morning Post mengungkapkan Tiongkok membeli minyak mentah Amerika Serikat dan gas alam cair senilai USD6,3 miliar pada 2017 atau 3,6 persen dari pembelian produk-produk energi asing di negara itu. South China Morning Post  menambahkan bahwa ketergantungan Tiongkok pada produk-produk energi AS terbatas.

    Pembatasan AS terhadap Huawei telah memaksa perusahaan teknologi dan pembuat cip termasuk Google dan Qualcomm untuk memutuskan hubungan dengan raksasa telekomunikasi Tiongkok itu sampai AS memberikan lisensi 90 hari untuk menjaga jaringan yang ada tetap online. Larangan itu memicu aksi jual besar-besaran di saham semikonduktor pada Senin.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id