Trump: Perang Dagang Berakhir, AS Menang!

    Angga Bratadharma - 18 Mei 2019 16:01 WIB
    Trump: Perang Dagang Berakhir, AS Menang!
    Presiden AS Donald Trump bersalaman dengan Ketua Fed Jerome Powell (AFP/SAUL LOEB)
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan bahwa langkah Tiongkok selanjutnya dalam perang dagang adalah mengurangi suku bunga acuan. Trump untuk kesekian kalinya mendorong Federal Reserve menurunkan suku bunga AS, yang dinilainya bisa membawa kemenangan atas perang dagang bagi AS.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 18 Mei 2019, dalam sebuah tweet-nya membahas perselisihan tarif antara kedua negara, Trump meningkatkan tekanannya pada the Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter. Dia mengatakan jika bank sentral mengikuti kebijakan penurunan suku bunga Tiongkok maka permainan akan berakhir dan AS menang.
    Gedung Putih dan Beijing menemui jalan buntu dalam negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung. Washington sedang mencari cara menurunkan hambatan ke Tiongkok dan menghentikan pencurian kekayaan intelektual. Ketika perundingan baru-baru ini terhenti, Tiongkok justru membalas apa yang dilakukan oleh Trump.

    Dalam hal ini, Tiongkok mengenakan pungutan baru atas barang-barang Amerika senilai USD60 miliar. Sedangkan pernyataan Trump datang di tengah volatilitas pasar yang dipicu oleh ketidakpastian arah pembicaraan dan berapa lama mereka akan melanjutkan sebelum solusi tercapai.

    Dalam tweet sebelumnya, Trump bersikeras bahwa ia hanya akan menerima banyak untuk AS. Seiring dengan kondisi panas yang dia tempatkan di Tiongkok, Trump telah bersandar pada the Fed untuk memangkas suku bunga acuannya. Bank sentral menaikkan suku bunga empat kali pada 2018, tetapi pasar sekarang memperkirakan penurunan suku bunga segera.

    Adapun Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan kepada CNBC bahwa ia berpikir kebijakan moneter untuk saat ini adalah benar. Namun, keputusan itu tentu harus melalui rapat dan melihat sejumlah indikator perekonomian di Amerika Serikat, baik inflasi maupun data tenaga kerja.

    Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan negara tersebut tidak akan pernah menyerah terhadap tekanan luar, setelah Washington memperbarui ancamannya untuk memberlakukan tarif atas semua produk impor Tiongkok dalam sengketa dagang yang semakin panas.
     
    Perang dagang antar-dua negara ekonomi terbesar di dunia itu memanas pada Jumat, dengan AS menaikkan tarif senilai USD200 miliar atas produk impor Tiongkok. Presiden Donald Trump menyebut Beijing melanggar kesepakatan lantaran mengingkari komitmen sebelumnya selama beberapa bulan perundingan.

    Trump memerintahkan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer untuk memulai pemberlakuan tarif atas semua produk impor Tiongkok yang tersisa, langkah yang dapat menambah sekitar USD300 miliar. Sedangkan Beijing bersumpah akan menanggapi tarif terbaru AS, namun belum mengumumkan perinciannya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id