Kemilau Emas Dunia Memudar

    Antara - 23 Januari 2020 07:49 WIB
    Kemilau Emas Dunia Memudar
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Chicago: Emas dunia turun sedikit pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Pelemahan terjadi karena sentimen risiko pulih dan dolar menguat setelah kekhawatiran atas virus Tiongkok berkurang. Tetapi ekspektasi kebijakan moneter dovish dari bank sentral global membatasi kerugian emas dan mempertahankan harga di atas USD1.550 per ons.

    Mengutip Antara, Kamis, 23 Januari 2020, harga spot emas turun 0,1 persen menjadi USD1.556,67 per ons pada pukul 1.41 sore waktu setempat (18.41 GMT). Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup turun 0,1 persen atau USD1,2 menjadi USD1.556,7 per ons.

    "Investor sebenarnya menjual kelebihan posisi, dan itu menjaga harga tetap terbatas. Di sisi lain, kami juga melihat aliran minat (emas) yang stabil, dan pasar saat ini sedang kuat karena modal terlihat melindungi diri dari suku bunga riil negatif di seluruh dunia," kata Ahli Strategi Komoditas TD Securities Daniel Ghali.

    Investor akan mengawasi rapat kebijakan pertama Bank Sentral Eropa (ECB) tahun ini pada Kamis waktu setempat, sementara pertemuan pertama Federal Reserve AS dijadwalkan pada 28-29 Januari. Kedua bank diperkirakan akan dovish. Indeks dolar telah naik sekitar 1,2 persen sejak awal tahun ini.

    Pada 2020, logam mulia tetap menjadi cerita yang terkait dengan kebijakan moneter yang longgar secara global dan kelemahan dolar AS yang luas, kata analis UBS dalam sebuah catatan.

    "Terlepas dari suku bunga riil AS yang rendah dan dolar yang lebih lemah, emas akan mendapat manfaat dari lonjakan tiba-tiba dalam volatilitas pasar karena dinamika siklus akhir dan kebisingan geopolitik yang sedang berlangsung, terutama ketika kita mendekati pemilihan presiden AS 2020," kata UBS, memperkirakan emas akan naik menjadi USD1.600 tahun ini.

    Suku bunga yang lebih rendah mengurangi potensi kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil dan membebani dolar AS.

    "Kekhawatiran tumbuh bahwa kita akan melihat kembalinya penghindaran risiko begitu Fed memberi sinyal neraca tidak akan lagi tumbuh pada kecepatan USD60 miliar per bulan atau jika kita melihat pembicaraan fase dua (perdagangan AS-Tiongkok) terhenti,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, dalam sebuah catatan.

    Tanggapan Tiongkok dan pembaruan cepat tentang virus korona baru telah meningkatkan optimisme bahwa penyebarannya akan terkendali, membantu pasar saham dunia pulih. Kekhawatiran wabah itu bisa melanda aktivitas ekonomi menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di Tiongkok telah membuat ekuitas turun dari rekor tertinggi.

    Di pasar spot perak naik 0,2 persen menjadi 17,81 dolar AS per ounce dan platinum naik 1,4 persen pada USD1.013,37 per ons. Sementara di pasar berjangka, perak untuk penyerahan Maret naik dua sen atau 0,11 persen, menjadi ditutup pada USD17,828 per ons. Platinum untuk penyerahan April bertambah USD13,8 atau 1,37 persen, menjadi di USD1.021,3 per ons.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id