Pemangkasan Suku Bunga AS Kurangi Tekanan ke Tiongkok

    13 Juli 2019 20:05 WIB
    Pemangkasan Suku Bunga AS Kurangi Tekanan ke Tiongkok
    Gedung The Fed (FOTO: AFP)
    New York: Pemotongan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan bakal dilakukan oleh Federal Reserve akan memberi Tiongkok lebih banyak ruang bernafas dalam menopang perekonomiannya yang tengah melambat. Tidak ditampik, Presiden AS Donald Trump terus memberikan tekanan kepada the Fed agar melonggarkan kebijakan moneternya.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 13 Juli 2019, lingkungan kebijakan moneter yang lebih longgar di AS akan mengurangi tekanan pada bank sentral Tiongkok untuk melonggarkan kebijakan moneter. Di tengah ketegangan perdagangan dengan AS, ekonomi Tiongkok tidak dipungkiri telah berjuang untuk mendapatkan momentum.

    Survei swasta yang dirilis minggu lalu oleh Caixin menunjukkan aktivitas layanan turun pada Juni ke level terendah sejak Februari, dan sektor manufaktur mengalami kontraksi, setelah tiga bulan ekspansi. Kondisi ini salah satunya diakibatkan oleh perang dagang yang sedang terjadi antar Beijing dengan Washington.

    Adapun di antara beberapa langkah untuk mendukung perekonomian selama beberapa bulan terakhir, People's Bank of China (PBoC) telah melakukan upaya yang ditargetkan untuk menurunkan biaya keuangan kepada perusahaan-perusahaan yang dikelola secara pribadi, yang merupakan mayoritas pendukung pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja negara.

    "Jika Fed benar-benar maju dan memangkas suku bunga, itu berarti PBoC memiliki sedikit ruang bernafas untuk melihat apakah kebijakan yang telah diterapkan memiliki dampak pada ekonomi riil," kata Ahli Strategi Pasar Global JPMorgan Asset Management Hannah Anderson.

    Bank sentral Tiongkok juga akan menghadapi lebih sedikit tekanan untuk membiarkan yuan terdepresiasi, tambahnya, yang membuat PBoC lebih mudah mempertahankan tujuan yakni menjaga nilai tukar tetap stabil. Sedangkan imbal hasil surat utang pemerintah yang tinggi akan meningkatkan nilai dari kepemilikan PBoC dan meningkatkan kepercayaan.

    Beberapa analis memperkirakan jika the Fed menurunkan suku bunga maka akan mendorong bank sentral Tiongkok untuk melakukan hal serupa. "Jika the Fed memotong suku bunga maka kemungkinan besar PBOC akan mengikutinya," kata Chief Executive Officer China Beige Book Leland Miller.

    "Tapi penurunan suku bunga acuan hampir murni langkah simbolis yang tidak akan memengaruhi sebagian besar perusahaan," tambah Miller.

    Di sisi lain, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menegaskan tidak akan berhenti dari pekerjaannya jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump memintanya mengundurkan diri. Tidak ditampik, Powell terus menerus dikritik oleh Trump lantaran mengetatkan kebijakan moneter, termasuk menaikkan suku bunga acuan.
     
    Bersaksi di depan Komite Jasa-jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat AS tentang keadaan ekonomi AS, Powell ditanya oleh Maxine Waters, seorang anggota kongres Demokrat dan ketua komite, apa yang akan dia lakukan jika Trump berkata kepadanya, "Saya memecat Anda. Kemasi, sudah waktunya untuk pergi."
     
    "Tentu saja, saya tidak akan melakukan itu," jawab Powell.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id