Euro Jatuh ke Level Terendah

    Antara - 25 Juli 2019 10:29 WIB
    Euro Jatuh ke Level Terendah
    Ilustrasi (FOTO: AFP)
    New York: Kurs Euro jatuh ke level terendah dua bulan terhadap dolar pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), terbebani oleh data ekonomi lemah yang mendorong harapan bahwa bank sentral Eropa (ECB) dapat melakukan pelonggaran kebijakan moneter yang agresif secepatnya minggu ini.

    Mengutip Antara, Kamis, 25 Juli 2019, dolar sedikit berubah terhadap sekeranjang mata uang lainnya setelah tiga hari berturut-turut menguat, diperdagangkan dalam kisaran sempit menjelang pertemuan kebijakan moneter ECB pada Kamis dan Federal Reserve minggu depan.

    Data AS secara keseluruhan lebih lemah dari yang diperkirakan, dengan aktivitas manufaktur melambat mendekati terendah 10 tahun pada awal Juli. Penjualan rumah baru AS rebound pada Juni, tetapi penjualan untuk tiga bulan sebelumnya direvisi lebih rendah.

    Asisten Ekonom Capital Economics Yasemin Engin, di London, mengatakan, data manufaktur AS menambah dukungan terhadap ekspektasi luas bahwa the Fed akan memangkas suku bunga minggu depan. Di zona Euro, pasar uang menilai peluang 54 persen untuki pemotongan 10 basis poin pada pertemuan ECB.

    Peluang naik setelah indeks manajer pembelian zona euro secara tak terduga turun ke level terendah tiga bulan 51,5 pada Juli dari 52,2 di Juni. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan sedikit penurunan menjadi 52,1. Tanda 50 memisahkan pertumbuhan ekonomi dari kontraksi.

    "Basis kasus kami mencari pesan dovish secara keseluruhan, tetapi tidak ada lagi yang disampaikan pada tahap ini. Pergeseran dovish yang signifikan besok masih bisa mendorong (euro) lebih rendah ke kisaran perdagangan baru di bawah USD1,11," kata Kepala Strategi FX Eropa Ned Rumpeltin, di TD Securities di London.

    Dalam perdagangan sore, euro turun 0,1 persen menjadi USD1,1137 setelah sebelumnya mencapai USD1,1128, terendah sejak 30 Mei. Euro telah kehilangan dua persen dari nilainya bulan ini, karena investor menilai kemungkinan biaya pinjaman zona euro jatuh lebih dalam ke wilayah negatif.

    Dolar melemah 0,1 persen terhadap yen menjadi 108,17 yen. Terhadap sekeranjang mata uang, greenback sedikit berubah pada 97,704. Greenback menunjukkan sedikit reaksi terhadap kesaksian mantan Penasihat Khusus Robert Mueller kepada Kongres AS, yang mengatakan bahwa dia belum membebaskan Presiden Donald Trump dari penghalang keadilan.

    Dolar menguat sehari sebelumnya setelah Washington mencapai kesepakatan untuk mengangkat batas pinjaman pemerintah, yang menurut para analis dapat membatasi selera Fed untuk penurunan suku bunga. Pound naik sedikit dari posisi terendah baru-baru ini setelah Boris Johnson memenangkan kontes untuk menjadi Perdana Menteri Inggris berikutnya.

    Poundsterling terakhir naik 0,4 persen menjadi USD1,2483 atau tidak jauh dari terendah 27 bulan sebesar USD1,2382 yang dicapai minggu lalu. Kemudian poundsterling reli 0,6 persen terhadap euro, yang turun menjadi 89,16 pence.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id