Trump: Pembicaraan Dagang AS-Tiongkok Berjalan Baik

    Ade Hapsari Lestarini - 11 Oktober 2019 11:24 WIB
    Trump: Pembicaraan Dagang AS-Tiongkok Berjalan Baik
    Presiden AS Donald Trump. FOTO: AFP.
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pembahasan pembicaraan dagang dengan Tiongkok berjalan dengan baik. Pertemuan tersebut dilakukan pada Kamis-Jumat pada 10-11 Oktober 2019 waktu setempat.

    "Saya pikir ini berjalan sangat baik. Kami melakukan negosiasi yang sangat, sangat baik dengan Tiongkok. Mereka akan berbicara sedikit, tetapi pada dasarnya mereka menyelesaikannya dan kita akan melihat mereka besok di sini," tutur Trump sebelum meninggalkan Washington untuk kampanye di Minnesota, seperti dilansir CNBC, Jumat, 11 Oktober 2019.

    Atas komentar Trump ini, indeks SPDR S&P 500 ETF Trust, yang dirancang untuk melacak indeks S&P 500 langsung menguat. Bursa berjangka juga naik pada perdagangan Kamis waktu setempat dan menunjukkan sedikit kenaikan pada Jumat.

    Kedua pihak melanjutkan pembicaraan di Washington setelah seminggu meningkatnya ketegangan. Washington dan Beijing berharap bisa mengakhiri konflik yang ditandai oleh tarif ratusan miliar dolar.

    Pembahasan ini dilakukan hanya beberapa hari sebelum batas waktu AS pada 15 Oktober, yang berencana menaikkan bea masuk barang-barang Tiongkok dari USD250 miliar menjadi 30 persen dari 25 persen.

    Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer memimpin tim negosiator Amerika selama diskusi pada Kamis. Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He memimpin delegasi dari Beijing.

    Saat dikonfirmasi CNBC mengenai jalannya diskusi tersebut, Mnuchin hanya tersenyum. Sementara Liu meninggalkan diskusi itu sekitar satu jam setelah menteri keuangan AS.

    Sebelumnya Trump mengatakan dia berencana untuk bertemu dengan Liu di Gedung Putih pada Jumat. Tweet-nya meningkatkan optimisme tentang perundingan, karena beberapa laporan mengatakan tim Tiongkok dapat pergi setelah diskusi digelar Kamis.

    Ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia sempat meningkat pada hari-hari menjelang diskusi. AS pertama-tama membuat daftar hitam 28 entitas Tiongkok yang diduga terlibat dengan penahanan dan pengawasan minoritas Muslim di wilayah Xinjiang, tempat sekitar 1,5 juta orang ditahan di kamp-kamp.

    Pemerintahan Trump kemudian memberlakukan pembatasan visa pada pejabat yang diduga terlibat dengan praktik-praktik yang disebut kelompok HAM sebagai pelanggaran. Meski demikian Liu membunyikan nada positif sebelum menuju pembicaraan pada Kamis.

    "Pihak Tiongkok telah datang dengan tulus dan bersedia melakukan pertukaran serius dengan AS mengenai masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama seperti neraca perdagangan, akses pasar dan perlindungan investor, serta mempromosikan kemajuan positif dalam konsultasi," kata Liu kepada agensi media Pemerintah Tiongkok, Xinhua.

    Trump telah mendorong Tiongkok untuk mengakhiri apa yang disebutnya pelanggaran perdagangan, termasuk pencurian kekayaan intelektual dan transfer teknologi paksa.

    Dia juga bertujuan untuk membuat Tiongkok meningkatkan pembelian produk pertanian AS, sebagian untuk meningkatkan petani Amerika yang terjebak dalam baku tembak konflik perdagangan.

    Presiden yang mencalonkan diri pada 2016 ini telah menindak Tiongkok demi membantu pekerja manufaktur AS terluka oleh perdagangan bebas.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id