Bursa Saham AS Parkir di Zona Hijau

    Angga Bratadharma - 06 Desember 2019 07:06 WIB
    Bursa Saham AS Parkir di Zona Hijau
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor mencerna data pekerjaan terbaru. Meski demikian, tetap ada penghambat untuk pasar saham AS melesat yakni masih tidak menentunya negosiasi dagang antara AS dengan Tiongkok.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 6 Desember 2019, indeks  Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 28,01 poin atau 0,10 persen menjadi 27.677,79. Sementara S&P 500 naik sebanyak 4,67 poin atau 0,15 persen menjadi 3.117,43. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik 4,03 poin, atau 0,05 persen, menjadi 8.570,70.

    Setengah lebih dari 30 komponen Dow Jones diperdagangkan di wilayah hijau, dengan Nike dan Apple masing-masing naik 2,21 persen dan 1,47 persen, dua pemenang teratas. Delapan dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan di catatan optimistis dengan sektor material menambahkan 0,66 persen, pemenang teratas.

    Jumlah orang Amerika Serikat yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran secara tak terduga turun pekan lalu, menurut data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS.
    Dalam pekan yang berakhir 30 November, klaim awal untuk tunjangan pengangguran negara turun 10.000 menjadi 203.000 berdasarkan penyesuaian musiman.

    Sedangkan gaji swasta meningkat hanya 67.000 aplikasi pada November, menurut ADP dan Moody's Analytics. "Pasar kerja kehilangan sinarnya. Produsen, produsen komoditas, dan pengecer kehilangan pekerjaan," kata Kepala Ekonom Moody's Analytics Mark Zandi.

    Di sisi lain, Federal Reserve, pada pertemuan kebijakan moneter terakhirnya, mengatakan pihaknya bertahan setelah memangkas suku bunga tiga kali tahun ini. Tetapi beberapa analis menyarankan Fed dapat mempertimbangkan kembali sikap itu jika data ekonomi AS terus memburuk.

    "Anda melihat kekhawatiran bahwa ekonomi AS kembali melambat hanya karena beberapa angka buruk dari kedua data ISM (Institute for Supply Management)," kata Joe Trevisani, analis senior di FXStreet.com.

    Sebagian besar mata uang diperdagangkan dalam kisaran ketat setelah berita utama yang saling bertentangan mengenai apakah perjanjian perdagangan AS-Tiongkok dapat dicapai sebelum 15 Desember, ketika tarif tambahan AS mulai berlaku untuk barang-barang Tiongkok.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id