Bursa Saham AS Merekah

    Angga Bratadharma - 09 November 2019 07:05 WIB
    Bursa Saham AS Merekah
    Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), menutup minggu ini dengan catatan optimistis. Kondisi itu terjadi karena investor terus mengukur perkembangan skenario perdagangan AS-Tiongkok, dengan pasar didukung oleh sentimen konsumen terbaru.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 9 November 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 6,44 poin atau 0,02 persen menjadi 27.681,24. Sedangkan S&P 500 naik 7,90 poin atau 0,26 persen menjadi 3.093,08. Sementara indeks Komposit Nasdaq meningkat 40,80 poin atau 0,48 persen menjadi 8.475,31.

    Setengah lebih dari 30 saham unggulan di Dow Jones diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar. Sebanyak delapan dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih tinggi di sekitar bel penutupan, dengan sektor perawatan kesehatan naik 0,8 persen, memimpin para pemenang.

    Saham Walt Disney naik 3,76 persen, setelah raksasa hiburan itu melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang melampaui estimasi pasar. Musim pendapatan perusahaan yang solid saat ini juga mendukung Wall Street. Dari 425 perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan pendapatan kuartalan, 74 persen telah melampaui perkiraan analis, CNBC mengutip FactSet.

    Di sisi ekonomi, pembacaan awal November pada sentimen konsumen naik menjadi 95,7 dari 95,5 pada Oktober, mengalahkan perkiraan pasar, meskipun prospek konsumen sedikit kurang menguntungkan untuk keuangan pribadi mereka, menurut sebuah survei konsumen oleh University of Michigan yang dirilis.

    Sementara itu, Departemen Perdagangan Amerika Serikat mencatat ekonomi Paman Sam hanya tumbuh 1,9 persen pada kuartal III-2019. Pencapaian itu lebih rendah dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dua persen pada kuartal II di tahun ini.
     
    "Pertumbuhan yang lebih lambat dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal ketiga mencerminkan perlambatan dalam pengeluaran konsumsi pribadi dan pengeluaran pemerintah, serta penurunan yang lebih besar dalam investasi tetap non-perumahan," ungkap Departemen Perdagangan AS.
     
    Pengeluaran konsumsi pribadi, yang menyumbang lebih dari dua pertiga dari ekonomi AS secara keseluruhan, tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,9 persen pada kuartal ketiga. Pencapaian itu lebih rendah dibandingkan dengan laju pertumbuhan 4,6 persen pada kuartal kedua.

    "Perdagangan menempatkan sedikit hambatan pada pertumbuhan di kuartal ketiga daripada pada kuartal kedua, untuk alasan yang salah. Ekspor dan impor keduanya rebound kurang dari yang diharapkan selama musim panas karena perdagangan global melambat," kata Kepala Ekonom Grant Thornton Diane Swonk.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id