JPMorgan: Pangkas Suku Bunga, Fed Buat Kesalahan

    13 Juli 2019 18:03 WIB
    JPMorgan: Pangkas Suku Bunga, Fed Buat Kesalahan
    Ilustrasi (FOTO: CNBC)
    New York: JPMorgan Asset Management mengungkapkan Federal Reserve yang berencana memangkas suku bunga di akhir Juli ini secara fundamental adalah sebuah kesalahan. Tidak ditampik, the Fed memandang perlu ada pemangkasan suku bunga sejalan dengan ketidakpastian ekonomi yang salah satunya akibat ketegangan perdagangan terus berlanjut.

    Kepala Strategi Global JPMorgan Asset Management David Kelly tidak berpikir penurunan suku bunga oleh the Fed akan meningkatkan ekonomi AS. Ia menilai penurunan suku bunga yang diharapkan tersebut sebagian karena tekanan politik dari administrasi Trump pada Ketua the Fed Jerome Powell.

    "Ketua Fed Powell mengakui bahwa sesungguhnya itu adalah kebijakan yang memiliki kemungkinan sama sekali merangsang ekonomi. Ngomong-ngomong, kamu perlu menstimulasi ekonomi ketika kamu mendapat tingkat pengangguran 3,7 persen," kata Kelly, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 13 Juli 2019.

    Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah membahas upaya untuk melengserkan Powell dari jabatannya. Namun, Powell menegaskan, ia memiliki tujuan untuk menjalani seluruh masa jabatannya secara maksimal. Bahkan, ia mengatakan tidak jika Trump berupaya memecatnya dari posisi Ketua the Fed.

    "Saya pikir mereka khawatir tentang kemerdekaan. Saya pikir mereka khawatir terlalu dikritik oleh pemerintah," kata Kelly.

    Sementara itu, Kepala Investasi Global Guggenheim Scott Minerd berpandangan, the Fed akan melakukan tiga penurunan suku bunga acuan di tahun ini. Akan tetapi, ia memiliki kekhawatiran yang sama dengan Kelly tentang penurunan suku bunga yang terjadi terlalu jauh.

    "Saya pikir mungkin the Fed terlalu agresif di sini. Dalam semua kemungkinan, ekonomi tidak melakukan hal yang buruk seperti yang dipikirkan beberapa orang, dan kita mungkin akan melakukan overshoot dalam hal memberikan terlalu banyak stimulus," kata Minerd.

    Lebih lanjut, Kelly melihat anggota the Fed tampaknya terobsesi dengan inflasi, yang tetap di bawah tingkat target dua persen. "Itu lereng yang licin. Kita mungkin tidak sampai inflasi dua persen. Apakah itu membenarkan Oktober? Apakah itu membenarkan Desember? Anda bisa menurunkan suku bunga AS hingga nol persen dan tidak sampai inflasi dua persen," kata Kelly.

    Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan investasi bisnis di seluruh Amerika Serikat baru-baru ini melambat karena ketidakpastian atas prospek ekonomi. Kondisi tersebut patut diwaspadai dan harus dicarikan jalan keluarnya secepat mungkin agar tidak memberikan dampak negatif terhadap perekonomian.

    "Inflasi telah berjalan di bawah tujuan simetris dua persen Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), dan arus lintas, seperti ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global telah membebani aktivitas ekonomi dan prospeknya," pungkas Powell.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id