Virus Korona Baik untuk Ekonomi AS

    Angga Bratadharma - 03 Februari 2020 13:19 WIB
    Virus Korona Baik untuk Ekonomi AS
    Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross. AFP PHOTO/ERNESTO BENAVIDES
    Washington: Menteri Perdagangan Amerika Serikat (AS) Wilbur Ross mengatakan virus korona yang menyebar begitu cepat dan telah menginfeksi banyak orang di Tiongkok serta menimbulkan kekhawatiran secara global dapat berdampak positif terhadap ekonomi AS. Hingga sekarang ini, virus korona telah menewaskan 300 orang lebih.

    Ross mengatakan virus korona, yang menurut para pejabat Tiongkok memiliki lebih dari 7.700 kasus yang dikonfirmasi dan telah menyebabkan ratusan orang tewas, akan membuat pelaku bisnis mempertimbangkan kembali rantai pasokan mereka. Menurutnya itu bisa membantu mempercepat langkah di mana pekerjaan dan manufaktur kembali ke AS dari luar negeri.

    "Saya tidak ingin berbicara tentang kemenangan atas penyakit yang sangat disayangkan, sangat ganas. Tapi kenyataannya, itu memberi bisnis hal lain untuk dipertimbangkan ketika mereka meninjau ulang rantai pasokan mereka," kata Ross, seperti dikutip dari CNBC, Senin, 3 Februari 2020.

    Ross mengatakan virus korona adalah faktor risiko lain yang perlu diperhitungkan orang. Pasalnya, virus tersebut dari waktu ke waktu kian mengkhawatirkan. "Saya pikir ini akan membantu mempercepat pengembalian pekerjaan ke Amerika Utara. Beberapa ke AS dan beberapa ke Meksiko juga," ucap Ross.

    Lebih lanjut, Ross menyatakan, perusahaan-perusahaan AS seperti Apple telah mengambil langkah untuk menutup sebagian pemasok mereka di Tiongkok. CEO Apple Tim Cook mengatakan perusahaannya memiliki pemasok di Wuhan, Ibu Kota Provinsi Hubei, Tiongkok, yang sekaligus pusat penyakit.

    "Saya pikir ada pertemuan dari faktor-faktor yang akan membuatnya sangat-sangat mungkin (bahwa akan ada) lebih banyak penolakan dari AS, dan beberapa penolakan terhadap Meksiko," kata Ross.

    Sementara itu, Penasihat Perdagangan Presiden AS Donald Trump, Peter Navarro, menyarankan tarif AS untuk impor Tiongkok tidak dicabut jika virus korona yang mematikan mulai membebani ekonomi Tiongkok.

    "Itu adalah putaran yang keluar langsung dari Wall Street, dan saya pikir itu benar-benar merugikan seluruh krisis ini untuk membawanya ke dalam diskusi," kata Navarro.

    Sementara itu, korban tewas wabah virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) melonjak menjadi 360 orang per hari ini, Senin 3 Februari 2020. Angka ini melampaui kematian akibat penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) di pulau utama Tiongkok pada periode 2002-2003.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id