IMF: Ekonomi Eropa Tumbuh di Tingkat Terendah Sejak 2013

    Angga Bratadharma - 09 November 2019 15:04 WIB
    IMF: Ekonomi Eropa Tumbuh di Tingkat Terendah Sejak 2013
    Ilustrasi. FOTO: CABALLERO-REYNOLDS/AFP
    Brussels: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengungkapkan Produk Domestik Bruto (PDB) riil Eropa tahun ini diproyeksikan tumbuh pada tingkat terendah sejak 2013. Kondisi itu tentu memberikan peringatan bahwa semua pihak perlu segera menyelesaikan sejumlah persoalan agar pertumbuhan ekonomi bisa kembali membaik.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 9 November 2019, dalam laporan Outlook Ekonomi Regional terbaru, IMF mengungkapkan PDB riil di seluruh benua Eropa akan moderat menjadi 1,4 persen turun dibandingkan dengan posisi 2,3 persen pada 2018, sebelum kembali bangkit menjadi 1,8 persen pada 2020.

    PDB zona Euro tumbuh 0,2 persen kuartal ke kuartal dalam tiga bulan hingga akhir September, kecepatan yang sama dengan periode sebelumnya. Dibandingkan dengan kuartal yang sama pada 2018, kawasan euro tumbuh 1,1 persen, tingkat pertumbuhan tahunan terlemah sejak kuartal keempat 2013.

    Pada Maret, bank sentral Eropa menurunkan perkiraan PDB 2019 menjadi 1,1 persen dari 1,7 persen. Di ekonomi paling maju di Eropa, pemulihan diperkirakan sederhana, naik dari 1,3 persen pada 2019 jadi 1,5 persen pada 2020, didukung proyeksi kenaikan permintaan global, meski IMF mengatakan pemulihan dalam perdagangan global tidak sekuat enam bulan lalu.

    "Pengeluaran barang modal dan perlambatan barang tahan lama di Asia kemungkinan akan terus membebani ekspor dan pertumbuhan Eropa. Karena kawasan ini adalah eksportir besar barang modal dan peralatan transportasi," kata laporan IMF.

    "Pertumbuhan permintaan yang kuat di Amerika Serikat -mitra dagang besar bagi banyak negara Eropa- telah menjadi faktor yang meringankan. Akan tetapi pertumbuhan AS diperkirakan berkurang dari kecepatannya yang kuat," tambah laporan IMF itu.

    Kemudian sektor otomotif terus membebani pertumbuhan, dengan tanda-tanda kejenuhan. Sedangkan Tiongkok melakukan pengetatan standar emisi dan melakukan pergeseran sentimen konsumen ke arah kendaraan listrik, menurut laporan tersebut. Ini akan berdampak sangat negatif bagi orang-orang seperti Jerman dan Slovakia.

    Perlambatan industri dan perdagangan, dikombinasikan dengan ketidakpastian perdagangan dan Brexit terkait, telah mulai berdampak pada investasi tetap di beberapa negara. IMF menyoroti dengan investor mulai terlihat gelisah atas hambatan geopolitik.

    Meski demikian, konsumsi swasta dan sektor jasa di seluruh benua tetap tangguh, dibantu oleh pasar tenaga kerja yang kuat yang telah membantu mengimbangi beberapa kelemahan yang disebabkan oleh lingkungan eksternal yang bergejolak. Namun, laporan itu menyimpulkan bahwa manufaktur dan perdagangan Eropa telah melemah secara signifikan.

    "Beberapa tanda pelemahan dalam permintaan domestik, khususnya dalam investasi, telah muncul. Layanan dan konsumsi sejauh ini tahan lama, tetapi sejauh mana ketahanannya yang berkelanjutan akan tergantung pada perkembangan di pasar tenaga kerja," tutup laporan IMF.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id