ECB: Anggota Parlemen Perlu Kurangi Ketidakpastian Ekonomi

    13 Juli 2019 12:02 WIB
    ECB: Anggota Parlemen Perlu Kurangi Ketidakpastian Ekonomi
    Ilustrasi (AFP/Daniel ROLAND)
    Prancis: Gubernur bank sentral Prancis atau Bank of France Francois Villeroy de Galhau mengatakan kebijakan moneter tidak dapat mengimbangi ketegangan perdagangan yang sedang terjadi sekarang ini antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Adapun para pemimpin politik perlu bertindak untuk mengantisipasi ancaman ekonomi tersebut.

    Francois Villeroy de Galhau menggarisbawahi bahwa ancaman utama terhadap pertumbuhan global saat ini adalah ketidakpastian. "Dan mari kita perjelas mengenai ketidakpastian yang diciptakan oleh ketegangan perdagangan," kata Villeroy de Galhau, seperti dikuti dari CNBC, Sabtu. 13 Juli 2019.

    Galhau, yang juga anggota Dewan Pemerintahan di bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) mengatakan, prioritas yang perlu dilakukan sekarang ini adalah mengurangi ketidakpastian tersebut. Dalam konteks ini, semua pejabat di bank sentral perlu melakukan fungsi dan tugas secara maksimal dari sisi bank sentral.

    "Jadi prioritasnya mengurangi ketidakpastian dan di sini kita akan melakukan tugas kita sebagai bank sentral. Tetapi kebijakan moneter tidak dapat melakukan segalanya. Kebijakan moneter tidak memiliki tongkat sihir dan tidak dapat membuat mukjizat. Itu tergantung pada para pemimpin politik untuk mengurangi ketidakpastian ini,"  tukasnya.

    Adapun dua ekonomi terbesar dunia terkunci dalam perang dagang yang telah melukai pertumbuhan ekonomi global dan mengancam akan meluas ke wilayah lain. AS sejauh ini telah mengenakan tarif 25  persen untuk barang-barang Tiongkok senilai USD250 miliar, dan Beijing juga telah menaikkan tarif atas produk-produk Amerika yang bernilai miliaran dolar.

    Sebelumnya, pasar saham dan Federal Reserve saat ini berlawanan arah menyangkut ekspektasi ke mana arah suku bunga acuan. Adapun dua kandidat yang Presiden Amerika Serikat Donald Trump ajukan terkait pencalonan ke bank sentral AS bisa membawa mereka lebih dekat.
     
    Dalam sebuah tweet, Trump berencana mengirim nama Christopher Waller dan Judy Shelton ke Senat sebagai gubernur di Federal Reserve. Tidak mengherankan Shelton sudah ditempatkan oleh Trump ke pos pemerintahan. Sebelumnya Trump sudah menunjukkan tanda-tanda tertarik kepada Shelton untuk menjabat jadi gubernur di Fed.
     
    Sedangkan Waller merupakan kode dari Presiden AS Donald Trump. Namun, secara bersama-sama, mereka mewakili keyakinan Trump yang utama, yaitu the Fed perlu menjadi mitra yang lebih terlibat dalam mendorong ekspansi ekonomi AS yang lebih tinggi, dan harus melakukannya melalui suku bunga lebih rendah dan kebijakan yang lebih longgar.

    "Bagi Presiden, ini adalah orang-orang yang akan mendukung posisinya. Presiden memiliki hak untuk menunjuk orang ke the Fed yang mendukung pandangannya tentang kebijakan moneter," ungkap Kepala Ekonom PNC Gus Faucher.
     
    Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menekankan independensi bank sentral di tengah tekanan terus menerus dari Gedung Putih untuk memangkas suku bunga acuan. Tidak ditampik, Presiden AS Donald Trump terus menyerang the Fed karena terlalu mengetatkan kebijakan moneter dengan mematok suku bunga acuan di level tinggi.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id